Ngabuburit di Pasar Legi Kotagede, Jogja

, , 6 comments

Jogja memang asik buat jalan-jalan, terlebih saat bulan puasa kayak gini. Kali ini saya mau ngasih masukan buat teman-teman pembaca yang mau mencari alternatif jalan-jalan sore atau kalau bulan puasa namanya ngabuburit di Jogja yaitu Kawasan Kotagede. Kawasan ini terletak di selatan kota Jogja, kurang lebih sekitar 4-5 km dari Malioboro. Istimewanya kawasan ini karena kawasan ini dulunya merupakan kawasan Kerajaan Mataram Islam sehingga sudah pasti di dalam kawasan ini jika kita telusuri masih banyak peninggalan-peninggalan masa lampau.

Ngabuburit kali ini, saya memilih Pasar Legi Kotagede, pasar yang terletak di tengah-tengah kawasan Kotagede. Pasar ini akan ramai hari legi (Tanggal Jawa), namun pada hari lain pasar ini tetap buka. Menuju Kotagede cukup mudah, dari Plengkung Gading kita hanya tinggal mengikuti arah timur akan sampai di gapura Kotagede. Bisa juga dari Km.0 ke arah timur melewati Bonbin. Lampu lalu lintas setelah itu ambil kanan, ikuti jalan tersebut nanti kita akan sampai di gapura Kotagede atau menggunakan Trans Jogja ke kawasan ini juga bisa. Selanjutnya ikuti jalan masuk Gapura tersebut untuk sampai di pasar Legi Kotagede. Nah sepanjang jalan menuju pasar, jangan lupa lihat kanan-kiri, nanti akan terlihat bangunan-bangunan khas jawa yang pasti akan menambah kekaguman kita akan Kotagede.

Salah Satu Penjual, Pecelnya cuma 2rb

Pada sore hari di pasar ini terdapat banyak penjual makanan-makanan khususnya makanan tradisional. Dari kue cucur, pecel, cenil, serabi solo, leker, putu dan kue-kue tradisional lainnya, tidak ketinggalan minuman-minuman untuk berbuka. Soal harga tidak usah khawatir saya rasa harga makanan-minuman di pasar ini relatif murah. Kue cucur yang saya beli untuk berbuka seharga 500 rupiah. Karna suasana pasar yang asik, jangan kaget kalau pasar ini lumayan ramai terutama saat ngabuburit. Bahkan waktu itu saya melihat ada Bule sekeluarga yang menyerbu membeli Putu :D.


Selesai menemukan “si manis” buat berbuka puasa jangan langsung pulang. Sambil menunggu adzan Magrib, coba deh keliling Kotagede, menikmati cagar budaya yang ada dari komplek Makam Raja Mataram, Mesjid Agung Kotagede, bangunan-bangunan lama bernuansa Jawa yang unik sampai masyarakat Kotagede yang ramah :).

salah satu rumah jawa yg berdiri tahun 1862.

6 komentar:

  1. boleh nih untuk kantong mahasiswa, murmer plus enak :D

    BalasHapus
  2. mantap bagi penggemal jalan jalan seru dan hemat nice post dah.....

    BalasHapus
  3. masih suasana lebaran khan,
    jadi nggak apa2 kan kalo aku mohon dimaaafkan lahir batin kalau aku ada salah dan khilaf selama ini,
    back to zero again...sambil lirik kiri kanan nyari ketupat....salam :-)

    BalasHapus
  4. Jogja, selalu dihati. Liburan ke Jogja selalu dinanti :)

    BalasHapus
  5. foto terakhir pas hunting bareng sama GS ya lan?

    BalasHapus