Kucing namanya Gorah :D
Pantai Boom, pantai yang cukup terkenal di Banyuwangi karena keindahan “sunrise”nya juga karena letaknya yang mudah dijangkau dari kota Banyuwangi. Pantai Boom juga menyimpan keunikan lainnya terutama bagi anda pecinta hewan kucing.

Sudah lama saya memperhatikan banyaknya jumlah kucing di sekitar pantai Boom, dari jalan masuk sampai di tepian pantainya. Bahkan beberapa kucing yang suka “ndusel-dusel” atau bertemu disekitaran pantai boom saat saya menikmati pagi dan sore, saya beri nama versi saya sendiri seperti si Kantong yang suka masuk-masuk kantong plastik sisa sampah pengunjung pantai yang lupa membuang sampahnya di tempat yang tepat.

jinak nih :D
si kantong, masih belum bergerak nyari sarapan
kucing yg tengah terluka katanya kesiram air panas
Kucing-kucing disini hampir sebagian besar cukup jinak dan bisa dipegang dan dielus-elus. Namun beberapa diantaranya menghindari manusia terutama anak kucing. Beberapa kucing terlihat kondisinya memprihatinkan karena terdapat luka akibat  akibat kesiram air panas L. Bulan Oktober saya bertemu dengan kucing betina  berwarna dasar kuning, matanya bulat, dengan ekor pendek melingker. Sepertinya kucing tersebut merupakan kucing baru karena tidak terlihat pada bulan sebelumnya. Kucing terlihat cukup terawat, bulunya agak halus dan cukup jinak walaupun ragu-ragu (takut) untuk mendekati manusia.
si okta nyantai di pantai :D

orang baik yg kasih makan kucing
Sedikit penasaran untuk menyelusuri dunia perkucingan yang ada di pantai boom saya melakukan sering kali pengamatan (kaya mau skripsi aja >_<). Bukan pengamatan  dink hanya melihat lebih jeli dan lebih dekat dengan kucing-kucing yang ada di pantai boom. Kucing-kucing ini punya kebiasaan menarik yaitu muncul dan berkumpul ditepian jalan secara bersamaan pada pagi hari dan sore hari menjelang magrib. Setelah saya ketahui ternyata pada waktu tersebut ada orang baik yang secara rutin memberi makan berupa ikan-ikan laut. Pernah pula saya lihat mbah-mbah yang mengepulkan ikan  dari nelayan, memberi sebagian hasil tangkapannya kepada beberapa kucing di sekitar parkiran. Mbah tersebut mengumpulkan kucing-kucing hanya dengan dua-tida tepuk saja (tepuk kucing) kucing-kucing yang mendengar sekejap berlarian dan perkumpul disekitar mbah-mbahnya. Sepertinya kucing-kucing tersebut terbiasa mendengar tepukan.

kebiasan pagi dan sore menunggu yang ngasih makan

kebiasan pagi dan sore menunggu yang ngasih makan
Berdasarkan cerita dari ibu penjaja warung yang ada di pantai boom, banyak kucing-kucing di pantai boom merupakan kucing buangan dari daerah lain. Mungkin karena banyak kucing di sekitar pantai boom mereka membuangnya disana. Padahal makanan untuk kucing tidak datang sendirinya. Menurut cerita ibunya, ada pula yang menitipkan kucing kepadanya karena tidak tega membuangnya. Ibu tersebut menerimanya dan hingga terakhir saya lihat kucing tersebut masih ada di sekitar warung ibunya. Ibunya juga cerita bahwa ada yang membuang kucing cukup jahat dengan memisahkan indukan kucing dengan anaknya. Walau sama-sama di pantai boom, bisa dibayangkan kecamuknya pikiran induk kucing tanpa anaknya dan anak kucing tanpa induknya tersebut.

Pengunjung pantai boom juga tidak lepas dari keluarga yang membawa anaknya untuk menikmati pantai, menyuapinya sarapan atau makan sore. Adanya keberadaan kucing-kucing liar di pantai boom sebenarnya bisa saja menjadi pendidikan anak yang tidak dapat di sekolah terutama pendidikan menyayangi sesama mahluk ciptaan Tuhan.

adik2 warga setempat 
Tulisan ini saya buat mungkin nanti ada para pembaca yang hendak berkunjung ke Banyuwangi  terutama menikmati sunrisenya pantai Boom bisa sekalian membawa sedikit makanan untuk di makan oleh kucing-kucing liar yang terlantar. Bagi yang tidak suka akan kucing, bisa mengabaikan kucing-kucing liat tersebut karena kucing tersebut  pastinya tidak mengganggu kesenangan kalian menikmati pemandangan pantai boom banyuwangi J

Berhentilah menandai peta, biar hatimu yang memandu..

Awalnya kami berangkat main dengan tujuan main ke air terjun Kedung Angin dengan rute melewati hutan rakyat yang ada di daerah licin. Baru setengah perjalanan kami terhenti akibat adanya tulisan petunjuk jalan menuju Air Terjun Pakudo. Kami putuskan untuk ikuti kata hati yang penasaran untuk melihat air terjun ini. Tidak menyesal :)

Air Terjun Pakudo berada di bawah tebing sungai yang diapit oleh hutan rakyat dan area persawahan yang berada pada wilayah Dusun Krajan, Desa Segobang, Kecamatan Licin, Banyuwangi.  Air terjun ini tidak terlalu tinggi, jatuh dari atas tebing setinggi 15 meter. Air terjun ini mempunyai aliran yang besar terlebih lagi pada musim penghujan dan tentunya aliran airnya agak keruh dan kadang bisa berwarna coklat.
petunjuk jalan dari jalan utama menuju masuk area persawahan
Rute untuk menuju ke Air Terjun Pakudo dari Kota BanyuwangiDari Simpang Lima Banyuwangi ambil arah barat ke arah Kawah Ijen – melewati rel kereta api sasak perot – patung barong – desa olehsari- gapura desa kenjo – angkringan piyu – pasar licin ambil kiri menuju arah Rogojampi atau Pakel. Ikuti jalan tersebut hingga bertemu hutan rakyat – perhatikan petunjuk jalan sebelah kiri jalan akan menemukan papan petunjuk jalan ke air terjun Pakudo – ikuti saja petujuk jalan tersebut menyelusuri pematang sawah sekitar 10-15 menit sampai menemukan kebun kecil – masuk kebun tersebut untuk memarkirkan kendaraan setelah itu tinggal berjalan menyelusuri pematang sawah menuju sungai yang ada dibawah lalu akan sampai ke air terjun Pakudo.

turunan curam agak berbahaya, untung udah di cor
Akses jalan ke Air terjun ini agak sulit, hanya bisa ditempuh oleh kendaraan roda dua saat memasuki jalan pematang sawahnya. Jika ditempuh pada saat musim hujan atau pada hari sebelumnya turun hujan karena jalanan pematang sawah akan becek membuat motor yang kita bawa bisa ngetril. Untungnya saat kami menuju air terjun, jalan tanah tidak terlalu becek sehingga cukup mudah melewati hingga ke tempat parkir/penitipan motor.
kebun di tengah sawah, tempat nitip motor
sepi dan tidak terlihat pengunjung selain kam
Sepi…
Air terjun terletak dibawah rerimbunan bambu dan beberapa pohon tinggi sehingga disekitarnya nampak sejuk. Air mengalir dengan derasnya jatuh kebawah membentuk sebuah kolam yang saya prediksi sepertinya dalam dan membentuk sebuah kedung. Lebih baik untuk tidak berenang ke tengah atau ke bawah air terjun karena kedalaman airnya tidak bisa terukur. Tebing dari air terjun tersebut ditumbuhi tumbuhan yang merambat sehingga menambah nilai keindahan dari air terjun Pakudo.
tumbuhan merambat memenuhi dinding tebing
Jika diperhatikan, dalam perjalanan menuju ke air terjun Pakudo, dan di sekitar air terjun Pakudo terlihat banyak pohon Durian yang sayangnya belum musimnya berbuah. Mungkin ketika datang saat musimnya, kita bisa membeli Durian untuk dibawa pulang atau makan langsung dengan nuansa  alam air terjun Pakudo, Nikmat sekali rasanya. Katanya sih musim durian akan datang sekitar bulan Februari-Maret.

air terjun pakudo di batasantara sawah dan hutan
Hingga saat ini saya penasaran dengan nama Pakudo. Biasanya orang jawa memberikan nama  dengan artinya, seperti air terjun Pertemon yang artinya pertemuan. Sedangkan Pakudo hingga saat ini kami belum bisa menemukan artinya. Saya pun lupa bertanya pada warga setempat mengenai asal muasal air terjun Pakudo. Pendapat saya Air Terjun Pakudo mungkin adalah sebuah singkatan. Menurut pendapat saya, Pakudo merupakan singkatan seperti “PAnjatkan namaKU di DOamu” "PA tuKU DOren" :p. Yah sepertinya saya harus kesana lagi menanyakan adakah arti dibalik nama Pakudo. Penasaran juga sama Durian di daerah sana, penasaran juga sama Pakudo saat airnya jernih :D.
tim blusuk :p

Tertarik mencoba ke air terjun Pakudo?




Sudah jatuh cinta sama Bantul, terutama daerah perbukitan Dlingo yang mempunyai bentang alam yang indah, apalagi pemandangan di tepian Jurang Sungai Oya.

Jurang Tembelan letaknya bersebelahan dengan puncak kebun buah mangunan juga merupakan salah satu spot menarik menikmari pemandangan tepi jurang sungai Oya. Dahulu tempat ini merupakan ladang dari masyarakat sekitar dlingo namun kemudian di buka warga setempat untuk diusahakan menjadi wisata menikmati pemandangan alam. Jurang Tembelan ini tergolong tempat wisata baru di bantul yang mulai hits karena adanya spot selfi gardu pandang berbentuk kapal dengan pemandangan kabut, perbukitan lembah dan lika-liku sungai Oya.

Rute menuju Jurang Tembelan dari Kota JogjaJurang Tembelan terletak di Dukuh Kanigoro, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantu Yogyakarta. Dari kota jogja ke Jurang Tembelan menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam. Rute dari Kota Jogja ke Jurang Tembelan cukup mudah, arahkan kendaraan menuju Terminal Giwangan – Melewati Terminal Giwangan – Lampu Lalu Lintas Ring Road Selatan ambil lurus ke selatan menuju Jalan Imogiri Timur – Ikuti Jalan Imogiri Timur Sampai Mentok Pertigaan pasar Imogiri ambil kiri jalan lalu tinggal ikuti petunjuk Jalan Ke Kebun Buah Mangunan – Sampai Depan Tulisan Besar Kebun Buah Mangunan Lurus Sedikit sekitar 100 meter sudah terlihat parkiran kecil bertuliskan Jurang Tembelan.

Kami berangkat jam 5 pagi dan sampai disana sekitar jam 6 kurang. Karena jalan pagi2 belum ramai jadi terasa cepat. Setelah memarkirkan kendaraan dengan rapi, kami langsung berdiri di tepian pagar, menikmati terpaan angin pagi yang menyapa jurang, membawa kabut kecil-kecil seperti gumpalan awan.  Ada dua spot selfie berupa gardu pandang kayu yang salah satunya cukup hits ata tenar di IG yaitu gardu pandang berbentuk perahu. Ada juga gardu pandang yang bertumpu pada sebuah pohon sehingga view yang terlihat lebih tinggi.

totalitas nih masnya 
jangan lupa ajak pasangan halalmu >_<
ada juga sih yang datang sendirian :D

antrian foto kapal
Kebetulan kami kesana hari minggu pagi, kondisi ternyata sudah ramai, terlihat antrian di spot foto gardu pandang kayu cukup banyak.  Sambil menunggu, survey beberapa pose dengan memperhatikan beberapa yang sedang berfoto-foto. Beberapa orang ada yang totalitas banget, membawa kain khas Indonesia sepertinya kain tenun dari daerah Lombok-Sumbawa, ada juga yang membawa payung besar warna-warni hihi. Posenya cukup beragam, namun beberapa kali melihat pose “Titanic” :D. Antrian cukup tertib yang berfoto seperlunya saja, tidak terlalu lama. Karena keadaan teralu ramai, saya mengurungkan diri untuk foto dan kembali lagi mungkin nanti siang saat sepi.  Terdapat jalan menuruni Jurang Tembelan, disitu ada semacam tempat juga untuk menikmati pemandangan, tempatnya relatif sepi ,mungkin karena malas turun dan memilih menikmati pemandangan dari atas.

Fasilitas yang ada di Jurang Tembelan ini cukup lengkap, sudah terdapat tempat parkir, Toilet, Musholla, warung makanan dengan harga yang murah dan tidak terlampau mahal sehingga jika kita yang datang pagi-pagi kesini tidak perlu repot-repot menyiapkan makanan untuk pengganjal perut. Klo favorit pagi-pagi dingin sih enak pesan Teh Panas dan Gorengan ditemani  pemandangan rasanya sungguh memuaskan.

Warungnya
Ada saung-saung untuk bersantai
Jurang Tembelan bisa menjadi alternatif kalian untuk menikmati paginya Jogja yang syahdu selain Puncak Kebun Buah Mangunan. Mempunyai spot foto asik, dan fasilitas yang lengkap dan juga harga tiket masuknya masih Sukarela (Per-Desember 2016). Kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan karena penasaran dengan Bukit Paguk Kediwung yang terkenal akan Spot Sunrise yang Cetar.

datang lagi siang hari, cuma g ada kabutnya :D

Tertarik mengunjungi Jurang Tembelan?
Kolam Renang Taman Wisata Osing
Hotel dan penginapan di Banyuwangi makin hari dirasakan makin bertambah, beberapa hotel lawas terlihat mulai melakukan renovasi untuk memberikan pelayanan terbaik. Apalagi saya merasakan kunjungan ke Banyuwangi mulai meningkat.

Taman Wisata Osing merupakan taman rekreasi yang berada di Desa Kemiren, Banyuwangi.  Desa tersebut merupakan desa yang penduduknya merupakan Masyaakat Suku Osing, Suku Aslinya Banyuwangi. Taman Wisata Osing ini terletak 8-10 km dari pusat Kota Banyuwangi atau sekitar 5 km dari stasiun Karangasem. Jika naik motor dari Kota Banyuwangi bisa dicapai selama 15 menit dan dari Stasiun Karangasem bisa ditempuh selama 5-10 menit.

gerbang depan Taman Wisata Using
Rute Ke Taman Wisata OsingRute Ke Taman Wisata Osing dari Kota Banyuwangi cukup mudah kok. Rutenya dari Simpang Lima Kota Banyuwangi Ke Arah Barat – Jl. Jaksa Agung Suprapto – Jln. Hos Cokroaminoto – Melewati Rel Kereta – Pertigaan Patung Barong lurus hingga menemukan gapura masuk desa Kemiren – Melewati Gapura Lurus Terus Sampai menemukan Pertigaan yang ada Kepala Barongnya lalu ambil kiri – Taman Wisata Osing ada di Kanan Jalan.

Taman Wisata Osing (TWO) , bisa dibilang adalah taman bermain yang dilengkapi beberapa fasilitas yang cukup lengkap jika disebut Resort. Sekitar TWO ini istimewa , selain karena berada di tengah desa mayoritas dari suku Osing, suku asli Banyuwangi, TWO berbatasan langsung dengan Hutan Masyarakat Desa Kemiren, sehingga suasana di TWO sangat asri. Bagian sebelah barat TWO ditumbuh berbagai pohon yang relatif besar dan banyak pohon durian. Jika sedang musim durian, durian dari pohon ini pun dijual kepada pengunjung. TWO mempunyai fasilitas seperti Dua Kolam Renang, satu untuk anak-anak satu untuk orang dewasa. Terdapata taman bermain anak-anak yang terdapat mainan seperti ayunan, prosotan, jungkat-jungkit dan mainan lainnya.

ayunan di taman bermain anak-anak
Terdapat pula penginapan dengan fasilitas yang sama tiap kamarnya seperti Kasur dua atau kasur satu, kamar mandi dalam dan kipas angin. Letaknya yang berada di Desa Kemiren membuat kami ingin mencoba menginap disini, sekaligus mencari penginapan terdekat untuk hadir di acara Festival Ngopi Sepuluh Ewu yang diadakan bulan November kemarin.  Dari Penginapan ke pusat acaranya Cuma tinggal berjalan kaki sekitar 2 menit saja sudah sampai di pusat keramaian Festival Ngopi Sewu. Penginapan ini juga pernah dipilih seorang teman untuk pendakian ke Ijen karena penginapannya searah dengan jalur ke Kawah Ijen (sekitar 45 menit naik motor sampe ke paltuding, pos pendakian kawah ijen)

malam hari, syahduu
bangunan adat osing

kamarnya
Sesuai dengan lokasi dan namanya, bangunan berbentuk rumah adat suku osing dengan dinding terbuat dari anyaman bambu kecuali modifikasi kamar mandi yang menempel di bagian samping kamar terbuat dari semen dan batu bata. Karena terbuat dari anyaman bambu, aroma khas terasa saat memasuki kamarnya. Jika menginap di hari weekday rasanya nyaman sekali, taman wisatanya jarang sekali pengunjung, menjadi seperti milik pribadi. Berjalan menyelusuri halaman luasnya, berenang-renang menikmati kolam renangnya atau keluar hotel menikmati suasana desa kemiren atau mencoba beberapa kuliner khas masyarakat osing kemiren yaitu pecel pitik dan Uyah Asem yang bisa dibeli di Pesantogan Kemangi yang letaknya 5 menit dari hotel dengan berjalan kaki.
pesantogan kemangi kemiren
Pengalaman saya untuk memesan kamar di penginapan sini agak kesulitan karena Taman Wisata Osing ini tidak punya nomor telepon kantor. Saya mencatat salah satu npegawainya saat survey,namun tidak bisa dihubungi (mungkin karena sinyal disana agak susah), sehingga perlu kesana kembali lagi kesana untuk mememesan. Baiknya memang Taman Wisata Osing ini memiliki Telpon Kantor atau HP khusus Kantor, sehingga bisa meningkatkan lagi pelayanan terhadap pengunjung khususnya yang ingin menginap dan memesan kamar di penginapan tersebut.

Yukk nyoba nginap disini :D

Harga per November 2016
Kamar Rp. 165.000/malam untuk 2 orang
Ekstra Bed Rp. 40.000
Dapat Sarapan Pagi di Kantin
Nomor Telpon (nyusul ya, belum dapat dapat dihubungi)




Ngopi semalaman pada 3 minggu lalu terasa sekali berbeda. Hiruk pikuk keceriaan, suasana dan obrolan hangat rasanya masih terasa hingga saya menulis ini. perbincangan hangat dan senyum ramah dari pemilik rumah dan orang yang ada di sekitar sana, padahal kami baru bertatap muka saat itu. Yah semua terjadi begitu saja di Festival Ngopi Sepuluh Ewu, Desa Kemiren, Banyuwangi.

Ngopi sepuluh ewu merupakan festival Ngopi tahunan yang diadakan di Desa Kemiren Banyuwangi. Bukan festival Ngopi biasanya yang menunjukan citarasa kopi, teknik pembuatan, teknologi dan lain-lain tapi kepada menjalin persaudaraan. “Sak Corot Dadi Seduluran”, ungkapan setempat yang bermakna dari secangkir kopi yang dinikmati bersama ini akan menumbuhkan persaudaraan. Dari ungkapan tersebut membuat acara Festival Ngopi Sepuluh Ewu ini berjargon “Sekali Seduh Kita Bersaudara”
Rute ke Desa KemirenTahun ini saya berangkat untuk melihat festival ini bersama Halim, Pipit dan Andika  dan Odie yang sudah berniat dari jauh hari untuk datang ke festival ini. menuju ke desa Kemiren dari kota Banyuwangi mudah sekali. Kalian tinggal lurus ke arah barat saja. Rutenya dari Simpang Lima Kota Banyuwangi Ke Arah Barat – Jl. Jaksa Agung Suprapto – Jln. Hos Cokroaminoto – Melewati Rel Kereta – Pertigaan Patung Barong lurus hingga menemukan gapura masuk desa Kemiren.
Sore itu masyarakat desa Kemiren terlihat sedang menyiapkan meja, dan kursi bahkan ada yang sedang menata cangkir-cangkir kopi khas kemiren dengan motif kembang. Terlihat dari jauh jajanan pasar khas banyuwangi sedang ditata diatas meja seakan akan siap menyambut tamu-tamu penting. Setelah melewati waktu Magrib, perlahan-lahan desa ini mulai didatangi oleh berbagai masyarakat dari penjuru Banyuwangi, bahkan dari luar kota seperti saya dan teman-teman ini :D.

suasana desa kemiren di Festival Kopi 10 Ewu
mba pipit - andika sibuk moto :D :p
Kami menelurusi jalan-jalan sepanjang desa kemiren. Meriah sekali suasananya, jika dibandingkan hampir mirip dengan suasana lebaran ketupat di kampung mbah dan di desa-desa. Setiap rumah membukakan pintu bagi siapa saja yang ingin bertamu, pemilik rumah menyambut ramah setiap tamu yang datang ke rumahnya. Awalnya sungkan, karena di Desa Kemiren kami bukanlah siapa-siapa di desa Kemiren, tidak punya saudara, tidak punya kenalan ataupun calon jodoh. Sambut hangat pemilik rumah tetaplah sama. Kopi disajikan dalam cangkir kecil berwarna putih,ber gambar bunga yang khas dan ditutup agar panasnya lebih tahan lama. Cara minum kopi seperti ini merupakan tradisi masyarakat Osing Desa Kemiren yang merupakan suku asli Banyuwangi. Suku ini mempunyai tradisi minum kopi yang sudah ada sejak jaman nenek moyang dahulu. Ada ungkapan nenek moyang dalam bahasa Osing “Welurine Mbah Buyut Kemire Ngombe Kopi Cangkir Tutup”, yang artinya adalah meminum kopi dengan cangkir yang ada tutupnya.

Cangkir kopi motif kembang-kembang yang khas
percet
Tidak hanya menghidangkan kopi, pemilik rumah menghidangkan juga jajanan pasar khas masyarakat kemiren. Perhatian saya teralihkan dengan adanya favorit Kucur (Cucur untuk sebutan kue tersebut di daerah Jawa Tengah, Yogyakarta ke arah barat. Kucur yang dihidangkan di kemiren warnanya coklat agak gelap dikarenakan menggunakan Gula Aren bukan Gula Jawa dari Pohon Kelapa dan penggunaan gula aren itulah yang membuat rasa Kucur agak berbeda dari daerah lain. Kue yang lain yang penampilannya menarik adalah Cenil. Cenil yang ada di Kemiren, Banyuwangi dihidangkan dengan cara yang unik. Biasanya cenil disajikan dalam pincuk daun pisang lalu ditaburi parutan kelapa. Namun Cenil disini dihidangkan dengan hidangan mirip sate. Cenil ditusuk tusukan sate lalu ditaburi parutan kelapa sehingga membuat kesannya berbeda sekali. Makanan lainnya yaitu kue Lepet, Tape Ekor, Ketan Kirip, Klemben, Percek dan lainnya . Percek ini unik, berbahan dasar pisang yang mirip mie berwarna kuning atau kerupuk rujak buah gerobak atau kerupuk yang dijual di warung asinan di bogor atau Jakarta.

hidangan komplit Kopi+Jajanan Pasarnya

simbah yg membuat kopi

Setelah lama bertamu, mengobrol ngalor ngidul sambil menikmati kopi dan jajanan pasar khas kemiren. Kami pamit dan kembali menikmati suasana ramai Festival Kopi Sepuluh Ewu di jalan desa Kemiren. Ternyata ada cara pembuatan kopi masyarakat osing yang diperlihatkan. Cara menyangrainya ternyata masih tradisional tidak mengunakan wajan dari aluminium melainkan dari tembikar. Penyangrai ternyata adalah mbah-mbah yang saya taksir usianya sekitar 65-70 tahun bahkan bisa melebihi 70 tahun. Dengan menggunakan wajan tembikar, kopinya mempunyai rasa yang berbeda, terlihat lebih hitam dari sangria biasanya.

Sak Ceret, Dadi Duluran
Beberapa langkah dari tempat tersebut kami dipersilahkan mampir bertamu kembali. Sama seperti pengalaman kami sebelumnya keramahan selalu menyambut kami, padahal kami bukanlah kenalan mereka, saudara mereka. Sak Ceret, Dadi Seduluran, bukanlah ungkapan belaka, tapi sudah menjadi cara mereka menghormati dan menghargai tamunya sama seperti saudaranya sendiri.

Menikmati Kopi di Festival Ngopi Sepuluh Ewu, bukan tandingan citarasa, teknik pembuatan, maupun Teknologinya namun lebih kepada bagaimana kita menikmati kopi secara bersama-sama.


Datang ya Ke Festival Ngopi Sepuluh Ewu Tahun Depan :)
Grand Aston Yogyakarta ( Sumber Gambar : lifeinarucksack.com)
Mencari hotel berbintang lima saat liburan di Yogyakarta? Mungkin Grand Aston Yogyakarta bisa menjadi salah satu alternatif yang recommended buat kamu. Di sini kamu nggak hanya menemukan tempat penginapan yang nyaman dan mewah, namun hotel ini juga bisa jadi tempat liburan yang menyenangkan buat kamu.

Nggak sedikit tamu hotel yang lebih suka berada di hotel dari pada jalan-jalan keliling kota. Letaknya di pusat kota dan tidak jauh dari Tugu Jogja kalian bisa menikmati senja di Tugu Jogja sambil menikmati hiruk pikuk lalu lintas Jogja yang cukup padat menjelang malam. Nah, Grand Aston Yogyakarta merupakan hotel yang memiliki fasilitas yang mewah, lengkap, dan pelayanannya juga sangat baik. Nggak heran kalau banyak yang betah berada di hotel ini. Jangan heran juga kalau hotel ini selalu penuh saat liburan datang. Maka dari itu, buat kamu yang mau menginap di sini ada baiknya booking di traveloka jauh-jauh hari.

Grand Aston Yogyakarta yang merupakan hotel berbintang lima ini menyediakan kamar dengan berbagai tipe. Ada tipe Superior Room, Deluxe Room, Suite Room, hingga Presidential Room. Tentunya, setiap kamar memiliki fasilitas yang mewah dan berkelas. Tatanannya pun sangat mewah dan elegan. Fasilitas pendukung juga tersedia seperti TV, Kulkas, AC, Setrika, dan lain sebagainya yang membuat kita nyaman bahkan seakan berada di rumah sendiri.

Kamar Grand Aston Yogyakarta (Sumber Gambar : Traveloka.com)
Di beberapa tipe kamar Grand Aston Yogyakarta juga terdapat ruang keluarga yang sangat nyaman sebagai tempat berbincang-bincang. Desain interiornya yang anggun dan elegan memberikan kenyamanan pada setiap tamu yang datang. Nuansa warna dinding dan perabotan yang ada juga terlihat indah.
Chinoseries Suite Living Room (Sumber Gambar : Aston-international.com)
Di ruangan tersebut juga tersedia alat pembuat kopi dan teh. Adapun meja kerja yang bisa kamu gunakan. Lampu yang ada di ruangan ini juga mempercantik desain interior yang ada. Kamu yang berada di sini mungkin akan betah meski sekedar duduk santai sambil membaca buku atau menyelesaikan kerja kantoran.

Nah, ini dia yang juga akan membuat para tamu di sini merasa betah, yaitu restoran. Restoran Grand Aston Yogyakarta sering dikenal sebagai Saffron Restaurant. Di sini tersedia menu makanan yang akan membuat selera makan kamu terpenuhi. Ada beberapa menu khas yang menjadi bagian dari menu favorit para turis lokal maupun turis asing yang menginap di hotel ini.

Di antara menu makanan favorit yang bisa kamu nikmati ialah Giant Iga yang merupakan hidangan iga yang cukup mewah dengan ukurannya yang besar. Biasanya hidangan ini bisa untuk 2 hingga 4 orang. Tapi tidak menutup kemungkinan kamu sanggup untuk menghabiskannya seorang diri, karena cita rasanya yang nikmat nggak akan sanggup buat kamu bagi-bagi.

Giant Iga Seffron Restaurant (Sumber Gambar : rullyanggiakbar.blogspot.com)
Adapun hidangan Apple Tortilla yang dihidangkan dengan begitu cantik. Selain itu terdapat Pencil Salmon Avocado yang merupakan makanan khas Mexico. Masih banyak hidangan lainnya yang tak kalah menariknya buat kamu. Intinya, Saffron Restaurant akan memuaskan kamu dengan hidangan yang menarik yang jarang sekali kamu jumpai di tempat kuliner lainnya.

Selain hidangannya yang memuaskan, restoran ini sendiri memiliki desain  interior yang mengagumkan. Bahkan, kamu bisa menjadikan restoran ini sebagai tempat romantis bersama sang kekasih. Nggak perlu jauh-jauh mencari tempat romantis, karena hotel ini menyediakan spot yang memiliki suasana romantis dan elegan.

Restaurant Grand Aston Yogyakarta (Sumber Gambar : 2look4beds.com)
Selain restoran dengan hidangan serta suasana yang romantis dan nyaman, jangan lupa bahwa ada salah satu spot menarik lagi dari hotel ini yang akan membuatmu betah berada di hotel ini, yaitu kolam renang. Kolam renang Grand Aston Yogyakarta cukup luas dan memiliki suasana yang nyaman meski sekedar duduk santai di pinggiran kolam.

Adapun fasilitas spa buat kamu yang ingin merelaksasikan tubuh dan pikiran. Dengan berbagai pilihan jenis spa, kamu bisa memilih sesuai yang diinginkan. Selain spa masih banyak fasilitas pendukung lainnya yang membuat kamu berasa liburan di hotel ini, seperti taman, pusat kebugaran, café, dan lain sebagainya.
Spa Grand Aston Yogyakarta (Sumber Gambar : Traveloka.com)
Selain itu, hotel ini juga sangat strategis karena dekat dengan beberapa destinasi menarik di Yogyakarta. Adapun jasa tur yang bisa kamu sewa di hotel ini untuk menuju lokasi yang kamu inginkan. Lokasi rekomended yang sedang diminati adalah wisata napak tilas film AADC 2 yang cocok untuk wisata keluarga adalah Candi Ratu Boko yang letaknya kurang lebih 30 menit dari  Hotel Grand Aston. Kalian juga bisa memilih tur ke beberapa pantai Gunungkidul yang Rekomended untuk wisata kalian bersama keluargaMasih banyak fasilitas hotel yang bisa kamu nikmati selama liburan di sini. Jadi, tunggu apalagi? Segera rencanakan liburanmu ke sini.


Semua orang mungkin sudah tau, hawa sejuk, aroma khas yang terasa saat kita berada di dalam hutan pinus. Rasanya hal-hal rumit yang ada dipikiran lenyap entah kemana, kepala rasanya menjadi ringan kembali. Yah mungkin itulah efek pagi-pagi berada di dalam hutan pinus.

Setelah minggu kemarin ke air terjun Pertemon, kali ini saya penasaran dengan wisata hutan pinus yang ada di songgon. Tepatnya di Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Karena libur pas weekend, saya mensiasati untuk berangkat lebih pagi, karena membayangkan lokasi wisata akan ramai mulai jam 8 ke atas. apalagi hutan pinus songgon ini memang membuat penasaran banyak kalangan. Rute menuju Hutan Pinus Songgon cukup mudah dijangkau dari mana-mana.

Rute ke Hutan Pinus Songgon dari Banyuwangi
Jika kalian berangkat kr hutan pinus songgon dari kota Banyuwangi (arah timur), kalian tinggal mengarahkan kendaraan ke jalan Banyuwangi-Jember – Kota Rogojampi – simpang Kantor Telkom Rogojampi ambil kanan lalu ikuti jalan tersebut hingga sampai kecamatan Songgon – Pasar Songgon- Pertigaan setelah pasar Songgon ambil ke kiri (arah sragi atau ikuti petunjuk jalan ke rafting kali badeng) – ikuti jalan tersebut sampai pertigaan patung pahlawan kantor kelurahan desa sumberbulu ambil lurus dsn tinggal mengikuti petunjuk jalan hutan pinus songgon yang ada di setiap sisi jalan dan persimpangan. Dengan mengikuti papan petunjuk tersebut kalian akan sampai di hutan Alas Pinus Songgon.

pertigaan setelah pasar Songgon
pertigaan tugu pahlawan, kantor kelurahan sumberbulu
papan petunjuk jalan yg bisa kamu ikuti 
Rute ke Hutan Pinus Songgon dari Genteng
Jika kalian dari kota Genteng, lebih mudahnya kalian melewati jalan Hasyim Ashari – Ikuti jalan tersebut melewati pasar hewan genteng – stasiun Temuguruh  lalu akan sampai Pasar Gendoh – melewati pasar Gendoh akan ada pertigaan, ambil kiri (jl. Aruji Karta Winata) lalu ikuti jalan terus hingga mencapai desa Sumberarum – dari sini cukup banyak persimbangan yang persis sama, supaya tidak salah belok, tanyalah pada warga setempat, jalan menuju hutan pinus songgon atau desa sumberbulu atau rafting kali badeng.

deket parkiran sudah ada yg gelar tiker
Baru masuk kawasan parkir saja, hawa sejuk khas hutan pinus sudah terasa, tak sabar ingin menyelusuri area wisata hutan pinus songgon ini. Hutan Pinus Songgon ini merupakan hutan milik Perhutani yang dikelola oleh LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) Rimba Ayu yang merupakan LMDH setempat. Awal mulanya hutan pinus ini ditanam dengan sistem tumpang sari dimana masyarakat sekitar diperoleh menanam tanaman semusim bersama dengan pohon pinus dengan tujuan masyarakat juga menjaga dan merawat pinus tersebut hingga tumbuh baik. Ketika sudah tidak bisa ditumpangsarikan lagi, munculah ide mengelola hutan pinus menjadi kawasan wisata mirip dengan hutan pinus dlingo yang ada di jogja dan hutan pinus yang ada di Bandung (lupa namanya).


Konsepnya menarik, hutan pinus menjadi lokasi wisata menikmati alam dan tempat “selfie”. Kenapa Selfie mungkin karena sekarang sedang eranya selfie dimana-mana. Bahkan mau pipis pun selfie :S. Pengelola membuat beberapa spot selfie yang sudah disediakan pengunjungnya yaitu lampion gantung, Mobil Jeep, Rumah Pohon, payung gantung, beranda pandang, tenda camping dan hammock. Semua spot memang menjadi incaran para mua-mudi bahkan bapak-ibu pun saya amati juga ikutan berselfie ria. Spot favorit yang menarik perhatian pengunjung yaitu rumah pohon, payung gantung dan beranda pandang. Pada hari libur spot selfie payung gantung cukup ramai, sehingga susah mendapatkan gambar yang diinginkan sedangkan rumah pohon dan beranda pandang cukup mudah karena pengunjung yang naik dibatasi.

lampion gantung
Hammock-an
tenda kamping
jembatan gantung
Menurut pengelolanya sebenarnya kawasan ini masih belum dibuka karena masih membangun fasilitas yang memadai seperti parkiran, homestay, wahana hiburan lainnya dan taman baca. Membayangkan adanya taman baca ditengah hutan pinus rasanya mengasikan sekali. Keterlanjuran karena terlanjur menjadi viral di media social instagram dan banyak pengunjung yang datang penasaran, wisata hutan pinus pun akhirnya dibuka bulan oktober lalu.

beranda pandang

rumah pohon
payung gantung
Satu hal yang menarik perhatian saya adalah adanya kelas belajar minggu pagi yang diadakan pihak pengelola yang ditujukan pada anak-anak desa sekitar pinus untuk belajar bersama. Untuk saat ini kelas minggu paginya belajar bahasa inggris dengan harapan nantinya anak-anak desa sekitar bisa siap untuk kedepannya Banyuwangi menjadi tujuan destinasi wisata tidak hanya skala nasional, tapi internasional.

Bagi kalian yang liburan ke Banyuwangi dan mencari wisata yang tidak bisa bisa mampir mengeksporasi daerah Songgon. Di dekat sini ada beberapa air terjun yang menarik seperti air terjun telunjuk raung dan selendang arum yang nantinya akan saya post bulan depan :D


Yuk liburan ke Hutan Pinus Songgon, Jaga Kebersihan dan Kenyamanannya juga ya, biar lokasi ini selalu bersih dan nyaman untuk piknik :D