Gluguh Sastro Banyuwangi: Kuliner Lokal dengan Suasana Pedesaan Dekat Kawah Ijen

Table of Contents

Suasana di Gluguh Sastro, Banyuwangi

Makan di sini mengingatkan saya pada suasana atau vibes di Kopi Klotok, Jogja. Konsepnya sederhana, kita bisa mengambil masakan yang tersedia di dapur, kemudian menikmati makanan di halaman sambil menikmati suasana di sekitar rumah makan.

Namanya Gluguh Sastro, sebuah rumah makan yang berada di kawasan pedesaan dekat jalur menuju Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur. Lokasinya berada di Desa Paspan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi.

Karena lokasinya berada di sekitar jalur menuju Kawah Ijen, Gluguh Sastro bisa menjadi salah satu rekomendasi tempat makan bagi wisatawan yang baru turun dari Kawah Ijen dan ingin sarapan atau makan pagi dengan menu khas lokal Banyuwangi.

Di sini, makanan yang ditawarkan cukup sederhana, tetapi justru inilah yang membuat pengalaman makannya terasa menarik. Salah satu menu utamanya adalah nasi dengan sayur lodeh dan aneka lauk yang tersedia saat itu.

Kuliner Lokal Banyuwangi di Gluguh Sastro

Sayur lodeh di Gluguh Sastro bukan seperti sayur lodeh yang biasa kita temui di Jogja. Di sini, sayur lodehnya bisa berupa jangan tewel atau sayur nangka, sayur labu, dan menu sayuran lainnya.

Makanan seperti ini merupakan salah satu jenis makanan rumahan yang umum disantap masyarakat Banyuwangi. Rasanya sederhana dan terasa seperti masakan rumahan, cocok untuk sarapan setelah beraktivitas atau berwisata ke Kawah Ijen.

Selain nasi dan lauk-pauk, pilihan makanan yang tersedia saat kami datang masih cukup terbatas karena tempat ini terbilang baru. Ada pisang goreng, kucur atau kue cucur, aneka jamu, es kelapa muda, dan kopi.

Menurut kami, harga makanan dan minuman di Gluguh Sastro juga cukup terjangkau. Apalagi, selain mendapatkan makanan, kita juga bisa menikmati suasana tempat makan yang asri dan nyaman.

Suasana Gluguh Sastro yang Nyaman di Tengah Kebun

Setelah memarkir kendaraan, kita bisa langsung mencari tempat duduk dan memesan makanan. Ada beberapa pilihan tempat untuk menikmati makanan.
Bagi yang ingin menikmati suasana outdoor, tersedia tempat lesehan menggunakan tikar di atas rumput hijau. Ada juga kursi santai yang bisa digunakan untuk duduk sambil menikmati suasana sekitar.

Selain itu, tersedia gazebo-gazebo yang membuat pengunjung bisa makan dengan suasana semi indoor. Menurut saya, bagian paling menarik dari Gluguh Sastro justru suasananya. Rumah makan ini berada di tengah kebun dengan halaman rumput yang cukup luas dan rindang. 

Karena saat itu kami membawa anak kecil, suasana seperti ini terasa sangat menyenangkan. Anak bisa berjalan-jalan dan bermain di atas rumput tanpa terlalu khawatir terjatuh dan terkena batu atau permukaan yang keras. walaupun anak-anak tetap harus diawasi karena takutnya jatuh saat main di area sungai.
menu pisang goreng
Di sekitar tempat makan juga terdapat sungai kecil. Suara aliran airnya terdengar cukup jelas dan memberikan suasana yang tenang. Makan sambil mendengarkan suara sungai dan menikmati udara pedesaan menjadi pengalaman yang cukup berbeda dibandingkan makan di rumah makan pada umumnya.

Rute Menuju Gluguh Sastro dari Banyuwangi Kota

Untuk menuju Gluguh Sastro dari Banyuwangi Kota, kalian bisa mengikuti jalan menuju Kawah Ijen. Setelah melewati kawasan Desa Glagah, kalian akan menemukan jalan yang menurun dan sebuah jembatan sungai. Setelah melewati jembatan tersebut, perhatikan sisi kiri jalan karena terdapat jalan masuk yang cukup kecil.

Masuk ke jalan tersebut, kemudian lanjutkan perjalanan melewati area perkebunan. Nantinya akan terlihat papan nama Rumah Makan Gluguh Sastro di sebelah kiri jalan.

Lokasi Gluguh Sastro juga sudah tersedia di Google Maps sehingga perjalanan menuju lokasi bisa lebih mudah dengan mengikuti panduan navigasi.

jalan masuk ke Gluguh sastro

Perlu diperhatikan, jalan menuju lokasi cukup sempit. Jika membawa mobil, sebaiknya lebih berhati-hati ketika berpapasan dengan kendaraan lain.

Jika kondisi sedang ramai dan ingin mencari jalur alternatif saat kembali ke Banyuwangi Kota, kalian juga bisa mempertimbangkan untuk melewati arah Pendarungan.

Jam Buka Gluguh Sastro Banyuwangi

Gluguh Sastro mulai buka pada pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Meskipun tempatnya cukup rindang, menurut kami waktu terbaik untuk datang adalah pagi hari saat baru buka atau menjelang sore. Pada waktu tersebut, suasananya biasanya lebih adem dan tidak terlalu terik, terutama jika ingin duduk di area outdoor.

Bagi wisatawan yang baru selesai menikmati sunrise di Kawah Ijen, datang pagi hari ke Gluguh Sastro juga bisa menjadi pilihan menarik untuk melanjutkan perjalanan dengan sarapan dan menikmati suasana pedesaan Banyuwangi.

Gluguh Sastro, Hidden Gem Kuliner Banyuwangi Dekat Kawah Ijen

Dengan makanan yang enak, harga yang terjangkau, serta suasana tempat yang nyaman dan asri, Gluguh Sastro bisa menjadi salah satu pilihan kuliner Banyuwangi yang menarik untuk dicoba.

Konsepnya memang sederhana. Tidak ada kesan rumah makan mewah. Justru suasana pedesaan, halaman rumput yang luas, kebun, serta suara sungai kecil di sekitarnya menjadi daya tarik tersendiri.

Buat kalian yang sedang liburan ke Banyuwangi dan punya rencana mengunjungi Kawah Ijen, Gluguh Sastro bisa dimasukkan ke dalam daftar tempat makan untuk dikunjungi, terutama jika ingin mencoba kuliner lokal Banyuwangi dengan suasana pedesaan.

Kalau sedang mencari pengalaman makan yang santai, jauh dari suasana perkotaan, dan ingin menikmati makanan rumahan khas Banyuwangi, Gluguh Sastro layak untuk dicoba.


Posting Komentar