Alas Purwo Car Free Day: Tempat Olahraga Asik di Hutan dan Contoh Wellness Tourism di Banyuwangi

Table of Contents


Jam di ponsel baru menunjukkan pukul 04.00 ketika saya berangkat dari Banyuwangi Kota menuju Taman Nasional Alas Purwo. Jalanan masih gelap dan sebagian besar orang mungkin masih terlelap. Pagi itu saya punya tujuan yang sedikit berbeda: mencoba jungle run di Alas Purwo dalam rangkaian kegiatan Alas Purwo CFD.

Perjalanan menuju kawasan Taman Nasional Alas Purwo memang membutuhkan waktu. Dari Banyuwangi Kota, perjalanan pagi itu menjadi semacam pemanasan sebelum benar-benar berolahraga. Perjalanan dari Banyuwangi kota, melewati kota Rogojampi, Srono, Desa Tembokrejo, dan sampai di Tegaldlimo saat matahari terbit dengan indah dari bukit memanjang yang ternyata itu adalah kawasan taman nasional Alas Purwo. Semakin mendekati kawasan taman nasional, suasana juga semakin sepi. Matahari belum muncul ketika akhirnya saya tiba di kawasan Alas Purwo.

Datang ke Alas Purwo sepagi ini memberikan pengalaman yang berbeda. Udara pagi masih terasa segar, cahaya matahari perlahan masuk di antara pepohonan, dan suara aktivitas manusia belum terlalu ramai.

Namun pagi itu kawasan Alas Purwo mulai dipenuhi pengunjung. Mereka datang bukan hanya untuk menikmati alam, tetapi juga mengikuti berbagai aktivitas olahraga yang menjadi bagian dari Alas Purwo CFD.

Olahraga di Tengah Alam Alas Purwo

Dengan tiket masuk kawasan Taman Nasional Alas Purwo sebesar Rp30.000 per orang, pengunjung dapat menikmati suasana kawasan sekaligus mengikuti berbagai aktivitas yang disiapkan dalam kegiatan Alas Purwo CFD.

Konsepnya cukup menarik. Alih-alih berolahraga di jalan kota, lapangan, atau pusat kebugaran, pengunjung diajak melakukan aktivitas fisik dengan hutan dan pantai sebagai bagian dari pengalaman.

Panitia menyiapkan beberapa olahraga tematik, mulai dari Fun Jungle Run 8K, yoga, taichi, hingga Wild Force.

rute fun  jungle run melewati pantai

Aktivitas seperti ini menurut saya menarik karena menawarkan cara berbeda untuk menikmati kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat pemandangan, tetapi juga bergerak aktif dan menghabiskan pagi di alam.

Konsep tersebut juga sejalan dengan berkembangnya wellness tourism, yaitu aktivitas wisata yang menggabungkan perjalanan dengan pengalaman yang mendukung kesehatan, kebugaran, relaksasi, dan kesejahteraan.

Dalam konteks Banyuwangi, kegiatan seperti Alas Purwo CFD menarik untuk dilihat sebagai salah satu bentuk wellness tourism Banyuwangi.

Mencoba Jungle Run di Alas Purwo

Saya sendiri memilih mengikuti Fun Jungle Run 8K. Dari namanya saja sudah bisa ditebak bahwa ini bukan sekadar lari di jalan aspal.

Track lari di Alas Purwo yang digunakan untuk kegiatan ini membawa peserta melewati beberapa lanskap yang berbeda. Dari kawasan hutan pantai, kemudian menuju pantai, sebelum akhirnya kembali masuk ke belantara hutan.

Rute tersebut juga melewati kawasan yang menjadi jalur pengamatan burung berkicau.

Di sinilah pengalaman jungle run di Alas Purwo terasa berbeda.

Kalau biasanya berlari ditemani gedung, kendaraan, trotoar, atau suara mesin, kali ini yang menemani adalah pepohonan, suara burung, angin, dan sesekali pemandangan pantai.

Jalurnya juga membuat saya harus lebih memperhatikan langkah. Permukaan track tidak selalu seperti lintasan lari yang rata. Justru kondisi tersebut yang membuat aktivitas ini terasa seperti benar-benar sedang berlari di alam.

Capek? Tentu saja. Namanya juga lari 8 kilometer. hahaha

Tetapi rasa lelahnya menjadi bagian dari pengalaman. Ada saat ketika napas mulai berat, tetapi kemudian pemandangan hutan kembali membuat semangat muncul.

Saya beberapa kali memperlambat langkah. Bukan karena menyerah, tetapi karena rasanya sayang kalau hanya mengejar waktu. Ada suasana yang ingin dinikmati.

menaiki pohon yang tumbang melintang di jalur track

Berlari di tengah hutan membuat kita lebih sadar dengan lingkungan sekitar. Suara langkah kaki, suara burung, hembusan angin, hingga aroma khas hutan terasa lebih jelas.

Buat saya, inilah yang membedakan track lari di Alas Purwo dengan lintasan lari biasa.

Kita tidak hanya berpindah dari titik A ke titik B. Selama perjalanan, ada hutan dan lanskap alam yang ikut menjadi bagian dari pengalaman.

Berlari Sambil Menikmati Hutan dan Pantai

Salah satu bagian yang saya sukai dari Fun Jungle Run adalah perubahan lanskap sepanjang rute.

Dari kawasan hutan pantai, peserta kemudian bergerak menuju pantai dan kembali masuk ke kawasan belantara.

Perubahan suasana tersebut membuat 8 kilometer terasa lebih menarik. Ada bagian ketika fokus tertuju pada jalur lari, tetapi ada juga bagian ketika perhatian justru tertarik pada lingkungan sekitar.

Tentu kita perlu tetap menjaga perilaku selama berada di kawasan konservasi. Jangan sampai aktivitas olahraga justru mengganggu satwa atau meninggalkan sampah.

Justru menurut saya, aktivitas seperti ini bisa menjadi kesempatan untuk semakin mengenal kawasan konservasi. Kita bisa merasakan secara langsung bahwa hutan bukan sekadar latar belakang untuk berfoto, tetapi merupakan ekosistem yang perlu dijaga.

Wild Force: Gym dengan Kayu dari Pohon Tumbang

Setelah menyelesaikan Fun Jungle Run 8K, saya tidak langsung pulang. Saya kemudian menonton aktivitas Wild Force yang sedang berlangsung.

Sekilas, gerakannya mengingatkan saya pada olahraga seperti Hyrox atau CrossFit. Ada aktivitas mengangkat, mendorong, dan menggunakan beban untuk melatih kekuatan tubuh.

Tetapi ada satu hal yang membuat Wild Force berbeda.

Alat gym-nya berasal dari material kayu pohon yang tumbang.

Tidak ada barbel mengilap atau peralatan fitness modern. Potongan kayu dari pohon tumbang justru dimanfaatkan sebagai bagian dari latihan.

Menurut cerita dari panitia, konsep Wild Force terinspirasi dari aktivitas para ranger di lapangan.

Ketika ada pohon tumbang yang menghalangi jalan, para ranger perlu membersihkannya agar jalur dapat kembali digunakan. Aktivitas mengangkat atau memindahkan batang pohon tersebut kemudian secara bercanda dianalogikan seperti olahraga angkat beban.

Dari aktivitas itulah muncul gagasan untuk membuat olahraga kebugaran dengan karakter khas Alas Purwo.

Sepintas kalau dilihat memang terasa seperti Hyrox versi hutan, tetapi dengan pendekatan dan kearifan lokal.

Kalau olahraga modern menggunakan peralatan yang memang dirancang khusus untuk latihan, Wild Force mencoba memanfaatkan material yang tersedia di lingkungan hutan.

Menurut saya, justru di situlah menariknya.

Konsep ini tidak hanya membawa olahraga ke dalam hutan, tetapi juga mengambil inspirasi dari aktivitas nyata yang dilakukan oleh orang-orang yang bekerja di kawasan tersebut.

Ada cerita tentang ranger, ada cerita tentang pohon tumbang, lalu semuanya diterjemahkan menjadi aktivitas olahraga.

Alas Purwo dan Wellness Tourism Banyuwangi

Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi melihat Alas Purwo dari sudut yang sedikit berbeda.

Selama ini ketika membicarakan taman nasional, yang terbayang mungkin adalah hutan, pantai, satwa liar, atau aktivitas wisata alam.

Alas Purwo CFD menawarkan pengalaman tambahan: berolahraga sambil menikmati alam.

yoga di hutan Alas Purwo

Konsep seperti ini menjadi menarik dalam perkembangan wellness tourism di Indonesia. Wisata tidak selalu harus identik dengan kuliner, belanja, atau mengunjungi objek foto. Aktivitas seperti berjalan, berlari, yoga, taichi, dan latihan kebugaran juga dapat menjadi bagian dari pengalaman perjalanan.

Apalagi ketika aktivitas tersebut dilakukan di lingkungan alami.

Dalam kasus Alas Purwo, pengunjung dapat memilih pengalaman sesuai minatnya. Mau berlari, ada Fun Jungle Run. Ingin aktivitas yang lebih tenang, ada yoga dan taichi. Ingin menguji kekuatan tubuh, ada Wild Force.

Semuanya dilakukan pada pagi hari, ketika suasana kawasan masih terasa sejuk dan belum terlalu ramai.

CFD Alas Purwo

CFD Alas Purwo ini tidak selalu ada setiap minggu, jadi perlu untuk follow akun instagram resmi @btn_alaspurwo untuk info lebih lanjutnya.

kalau ada kesempatan cobain ikut CFD di Hutan Alas Purwo ini ya

Posting Komentar