Terpesona View Teluk Pemuteran Bali Utara: Cerita Pendakian Santai di Bukit Batu Kursi yang Membekas di Hati

Table of Contents

View dari pertengahan bukit Batu Kursi

Bali Utara atau Bali bagian utara memang punyan keunikan dan keindahan sendiri. Walau pantainya didominasi oleh Pantai berpasir hitam tapi lautnya menjadi habitat lumba-lumba seperti Lovina dan Perairan di Bali Barat. Wilayah Pegunungan dan perbukitannya juga tidak kalah indah, karena punya view laut jika melihat ke arah utara. Salah satu tempat wisata keren yang punya view indah di Bali Utara Adalah Bukit Batu Kursi atau Bukit Pura Batu Kursi.

Bukit Kursi atau Bukit Batu Kursi terletak di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali Barat bagian utara. Untuk kesini dari Banyuwangi kalian tinggal menyebrang dari Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk. Dari Gilimanuk ambil arah ke Buleleng. Nanti akan melewati hutan Taman Nasional Bali Barat, dan sampai di Desa Pemuteran. Dari sini aka nada petunjuk jalan menuju ke Pura Bukit Kursi.


Bukit ini dikenal sebagai spot trekking ringan sekaligus tempat menikmati panorama alam dari ketinggian. Jalur menuju puncak berupa anak tangga yang tertata rapi dan bisa ditempuh 20-25 menit berjalan kaki. Di puncaknya terdapat Pura Bukit Batu Kursi, menjadikan tempat ini tidak hanya bernilai wisata alam, tetapi juga memiliki makna spiritual bagi masyarakat setempat. Dari atas bukit, pengunjung dapat melihat hamparan savana, Desa Pemuteran, hingga birunya laut di kawasan Teluk Pemuteran.

Sejarah Bukit Kursi dan Pura Batu Kursi

Pertama kali lihat papan petunjuk jalan Bukit Kursi dan Pura Batu Kursi ini, saya membayangkan mungkin ada batu berbentuk mirip kursi seperti Pantai Parangkursi Banyuwangi. Ternyata benar, terdapat sebuah batu besar yang bentuknya sangat menyerupai sebuah kursi. Batu inilah yang kemudian disucikan oleh masyarakat Hindu setempat dan dibangunlah sebuah pura di sekitarnya yang kini dikenal dengan nama Pura Bukit Batu Kursi.

Penganut agama Hindu menuju Pura Bukit Kursi yang berada di Puncak

Secara spiritual, pura ini dipercaya sebagai tempat untuk memohon kelancaran karier, jabatan, maupun petunjuk (wangsit) bagi mereka yang sedang mencari jalan keluar dari suatu masalah. Simbol "kursi" kerap diartikan sebagai takhta atau kedudukan. Oleh karena itu, tidak heran jika pada hari-hari suci umat Hindu, banyak pamedek (umat yang bersembahyang) datang dari berbagai daerah di Bali untuk berdoa di sini. Nuansa mistis yang damai berpadu sempurna dengan semilir angin perbukitan, memberikan ketenangan batin yang luar biasa.

Daya Tarik: Mengapa Harus Masuk List Wisata Bali Utara Kamu?

Jika kamu sedang mencari destinasi wisata bali utara yang tidak sekadar pantai, Bukit Kursi adalah jawabannya. Ada beberapa daya tarik utama yang membuat tempat ini wajib masuk dalam itinerary liburan kita:

  • Lanskap Savana yang Berubah Warna: Keunikan bukit ini ada pada rerumputan savananya. Jika kamu datang pada musim hujan, bukit ini akan terlihat sangat hijau dan menyegarkan, mirip dengan perbukitan di Swiss atau Selandia Baru. Namun, jika kamu datang saat musim kemarau, rumput akan berubah menjadi kuning kecokelatan yang sangat eksotis, memberikan vibe ala savana di Afrika atau Pulau Padar, Komodo haha.
  • Anak Tangga yang Instagenic: Deretan anak tangga yang membelah punggung bukit menjadi salah satu spot foto favorit wisatawan. Bentuknya yang berkelok mengikuti kontur bukit membuatnya terlihat seperti Tembok Besar Tiongkok versi mini.
  • View Sunset dan Sunrise yang Magis: Karena posisinya yang tinggi dan terbuka, Bukit Kursi adalah spot yang brilian untuk berburu sunrise di pagi hari maupun sunset di sore hari. Perpaduan warna langit senja dengan siluet bukit dan latar belakang laut sungguh tidak boleh dilewatkan.

Tips Berkunjung ke Bukit Kursi Pemuteran

Agar kunjungan kita ke Bukit Batu Kursi semakin nyaman dan berkesan, bisa nih ikut Tips mengunjungi Bukit Kursi Pemuteran ini

  1. Datang di Waktu yang Tepat: Hindari mendaki di siang bolong karena cuacanya bisa sangat terik dan minim pepohonan peneduh di sepanjang tangga. Waktu terbaik adalah pagi hari sebelum jam 8, atau sore hari setelah jam 4 sore.
  2. Gunakan Alas Kaki yang Nyaman: Meskipun jalurnya sudah berupa tangga, gunakanlah sepatu sneakers atau sandal trekking agar kaki tidak mudah lelah dan tidak licin.
  3. Bawa Air Minum: Pastikan membawa persediaan air minum yang cukup karena pendakian anak tangga cukup menguras keringat. Jangan lupa bawa kembali sampah botol plastikmu turun, ya!
  4. Hormati Area Suci: Karena puncaknya adalah kawasan Pura, pengunjung diwajibkan menjaga kesopanan. Jika tidak ada kepentingan ibadah sebaiknya tidak perlu masuk ke Pura tersebut, dan menghindari area Bendera merah karena disana sudah masuk kawasan Suci.

Harga Tiket Masuk dan Fasilitas

Untuk menikmati keindahan alam di kawasan ini, kamu tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Biaya masuknya sangat terjangkau, biasanya berupa donasi atau tiket masuk sekitar Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per orang (harga bisa berubah sewaktu-waktu). Fasilitas yang tersedia juga sudah cukup memadai, mulai dari area parkir yang luas, toilet bersih di area bawah, serta beberapa warung makan dan minuman ringan di dekat area parkir untuk mengisi perut setelah lelah trekking.

Bagaimana, tertarik untuk menapaki ribuan anak tangga demi view spektakuler di Pemuteran? Jika kamu punya rencana menjelajah wilayah utara Pulau Dewata, pastikan Bukit Kursi ini masuk ke dalam daftar liburanmu!

Posting Komentar