Hutan Mangrove Jatipapak - Wisata Baru Di Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi

13.52

Hutan Mangrove dan Mangrove Trail Jatipapak
Banyuwangi daerah yang berbatasan dengan laut, sehingga tidak aneh jika Banyuwangi punya banyak pantai dan juga hutan mangrove. Hutan Mangrove di Banyuwangi yang sudah mulai dibuka wisata cukup banyak, seperti Hutan Mangrove Bedul, Hutan Mangrove Desa Bengkak, Hutan Mangrove Pantai Cemara, Hutan Mangrove Kili-Kili, dan yang baru adalah Hutan Mangrove Jatipapak.

Hutan Mangrove Jatipapak ini terletak di Banyuwangi selatan tepatnya di dalam kawasan TN Alas Purwo, Resort Kucur. Jatipapak ini lebih dikenal oleh masyarakat lokal adalah Situs Makam Mbah Dowo yaitu makan sepanjang 7 meter dan Situs Jatipapak yang merupakan Bonggol jati yang dulunya pohon jatinya ditebang oleh Sunan Gunung Jati untuk digunakan sebagai tiang Masjid Agung Demak. Selain itu, Jatipapak punya landasan terbang atau bandara kecil di samping hutan yang digunakan sebagai landasan terbang pesawat patroli udara ‘ultra light” milik Taman Nasional Alas Purwo.

Rute Menuju ke Jatipapak dari Kota Banyuwangi
Lurus (warna hitam ke Alas Purwo), ke kiri ke Jatipapak
Menuju ke Jatipapak dari Kota Banyuwangi cukup mudah kok, apalagi bagi mereka yang sudah apal jalan menuju ke Alas Purwo. Dari Kota Banyuwangi melewati Rogojampi, pertigaan Srono ambil arah timur ke arah muncar, perempatan lampu lalu lintas Tembok ambil ke kanan kearah Sumberberas. Dari perempatan tembok tersebut sudah ada petunjuk jalan yang bisa kita ikuti menuju kawasan TN Alas Purwo. Sebelum masuk hutan akan ketemu Kantor SPTN W I Tegaldlimo, diperempatan lapangan bolanya, kalian bisa ambil ke arah jalan makadam ikuti jalan makadam yang berbatu sampai ketemu pertigaan tower pengawas ambil ke arah kiri hingga ketemu gapura masuk pintu jatipapak. Untuk masuk ke Jatipapak kalian harus membayar tiket masuk sebesar Rp. 5.000/orang saat weeday atau Rp. 7.500/orang untuk hari libur, Rp. 5.000/motor dan Rp. 10.000/mobil. Dari parkiran kalian tinggal jalan kaki ke wisata hutan Mangrove Jatipapak.

Gapura Masuk Mangrove Trail Jatipapak

Di dalam berwisata ke hutan bakau Jatipapak, kita harus menaiki jembatan bakau atau Mangrove trail Jatipapak karena hutan mangrove merupakan area pasang surut, jika lewat bawah becek dan berlumpur. Waktu saya kesana, kondisi hutan mangrove sedang surut sehingga beberapa lokasi yang dilewati jembatan mangrovenya sedang surut. Namun mendekati arah teluk pangpang atau laut sudah terisi air.
Kondisi Teluk Pangpang Sedang Surut
Lorong Adem di Jembatan Bakau Jatipapak
Sepanjang jalan di Mangrove Trail Jatipapak menuju Teluk Pang-pang disuguhi dengan suasana hutan mangrove yang tinggi, yang membuat teduh suasana sekitar sana. Apalagi angin yang berhembus dari teluk pangpang terasa cukup sejuk, jadi suasana saat kunjungan menjelang sore tidak terlalu terik. Sampai di ujung Mangrove Trail kita bisa melihat panorama teluk Pangpang dan dataran bukit yang menjorok ke laut seperti kepala ular. Itu daerah Sembulungan, di sana ada sisa-sisa peninggalan perang dunia ke-2 seperti meriam dan bungker juga ada Makam Penari Gandrung dan Situs Empu Supo.
Ujung Mangrove Trail Jatipapak dan Pemandangannya
Wisata yang terbilang baru, belum tersedia tempat sampah di sepanjang mangrove trailnya sehingga pengunjung di himbau untuk tidak membuang sampah sembarangan di kawasan hutan. Pengujung bisa membuang sampah di tong sampah yang ada dekat parkiran atau membawa kembali pulang. Akses jalan hutan masuh makadam dan jalan tanah sehingga perlu diperhatikan kondisi kendaraan terutama ban dan bensin, karena tidak ada tambal ban dan penjual bensin eceran.

You Might Also Like

1 kesan dari teman

  1. Waaah Banyuwangi banyak amat ya wisatanya. Masih salah satu wish list. Belum ter ceklis adalah main ke Banyuwangi ini.

    Nah. emang kalo ke mangroove itu ya identik sama jembatan ya :D

    BalasHapus

Recent Posts

Instagram

Like my Fanspage Facebook