Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, Jember - Tempat Belajar dan Menikmati Citarasa Enak Sebuah Coklat

06.00

Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember

Masih ingat cerita buku sejarah di pelajaran bahwa dahulu Belanda memanfaatkan berkah tanah subur Nusantara salah satunya dengan membuka perkebunan salah satunya di wilayah Jember yang hingga saat ini perkebunan warisan Belanda tersebut masih beroperasi salah satunya adalah Besoekisch Proefstation atau yang kini kita kenal dengan nama Pusat Penelitian Kopi dan Kakao yang berada di wilayah Perkebunan Renteng , PT. Perkebunan Nusantara XII (PTPN XII).  Kali ini saya dengan Rekan Blogger Jember Seuger dan Dinas Pariwisata Kabupaten Jember berkesempatan berkunjung dan berwisata ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao.

Besoekisch Proefstation adalah nama pertama kali berdirinya Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslit Koka) pada tanggal 1 Januari 1911. Berarti Penelitian tentang Kopi dan Kakao sudah lama ada di Indonesia, sehingga Kakao dan Kopi dari Indonesia pasti sudah tidak diragukan lagi oleh dunia.


Rute Menuju Pusat Penelitian Kopi dan Kakao dari Kota Jember
Puslit Kakao ini terletak di di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember atau sekitar 20km dari Kota Jember. Banyak yang mengira Puslit Koka ini masuk wilayah Jenggawah karena untuk menuju kesana harus melewati Kecamatan Jenggawah terlebih dahulu. Dari kota Jember menuju ke Perempatan Pasar Mangli ambil ke arah selatan menuju arah Pantai Papuma dan Watu Ulo. Sampai di Kecamatan Jenggawah, Pertigaan setelah Polsek ambil ke kanan atau arah barat, dari situ mulai ada petunjuk jalan menuju Kebun Renteng yang didalamnya ada Pusat Penelitian Kopi dan Kakao.

Tugu Iconik dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember
Ternyata untuk masuk ke Kawasan Kebun Renteng Puslit Koka, tiket masuknya cukup murah loh. Harga Rp3.000/orang dengan parkir kendaraan motor Rp2.000 dan mobil Rp5.000. Namanya perkebunan, jalan masuknya sudah terlihat pohon-pohon seragam yang didominasi pohon karet dan mahoni, mendekati Puslit Koka mulai terlihat pohon Kakao dan Kopi yang berada di bawah tegakan Mahoni.

Sampai di Komplek Puslit Koka, banyak sekali bangunannya, dari gedung perkantorannya, pabrik pengolahannya, Resto dan pusat oleh-olehnya dan yang paling jelas terlihat adalah Tugu Air Mancur Puslit Koka yang sekilas mirip icon Universal Studio di Singapura :D. Tugu Air Mancur Puslit Koka juga ada tulisan menariknya yaitu Coffe and Cocoa Science Techno Park. Di dekat Tugu tersebut terdapat rimbunan pohon-pohon mahoni dengan bangku meja yang bisa dipakai untukpengunjung bersantai. Pengunjung bisa membuka bekal yang dibawa atau membelinya di warung penjaja makanan minuman yang berjualan di area tersebut.

Keliling Perkebunan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember dengan Kereta
Kami diajak Naik kereta kayu untuk menyelusuri perkebunan, untuk naik keretakayu tersebut pengunjung ditarik biaya Rp10.000 saja. Kami juga diajak keliling melihat proses pengelolaan Kakao menjadi coklat yang siap dimakan atau seduh. Ini pasti menarik karena bagaimana bisa biji masak Kakao yang rasanya masam bisa menjadi produk seenak coklat. Katanya penentu dari cita rasa coklat selain jenis pohon Kakao, dan tempat tumbuhnya juga proses pengolahan tahap awal ketika biji kakao masak dipisahkan dari buahnya, biji di fermentasi. Proses Fermentasi inilah yang katanya juga menentukan akan rasa yang dihasilkan saat menjadi coklat nanti.
Buah Kakao dan Biji yang sudah masak
Fermentasi Biji Kakao
tahapan pengelolaan biji kakao menjadi cokelat
Kami dibawa pemandu melihat-lihat proses pembuatan coklat dan mesin-mesin pembuat coklat dari luar. Walau dari luar, kaca bangunan di desain untuk dapat melihat kedalam sehingga apa yang diterangkan oleh pemandu bisa langsung kami tangkap. Ditunjukan pada proses Pengempaan ada dua produk yang dihasilkan Lemak Kakao yang jika dicampur dengan susu dan gula dengan takaran tertentu akan menjadi produk aneka coklat sedangkan bungkil kakao diolah lagi dengan penghalusan akan menjadi coklat bubuk.
Produk yang dihasilkan dari Pabrik Pembuatan Coklat di Puslit Koka Jember

Resto Kafe dan Pusat Oleh-oleh Coklat Puslik Koka Jember
Setelah keliling pabrik pembuatan coklat, kami diajak masuk ke kafe dan toko oleh-oleh Puslit Koka yang menyediakan berbagai produk coklat buatan Puslit Koka yang bermerek Vicco. Berbagai bentuk dan ukuran yang dijual dengan harga mulai 7.000 hingga lebih dari 25.000. Mereka juga menjual coklat dan kopi dingin siap minum seharga Rp3.000 saja. Coklat dinginnya saya nilai cukup enak, apalagi dengan harga semurah itu rasanya kurang wajar. Memang hanya saja kemasannya kurang menarik sih.
Setelah capek-capek keliling Puslit Koka Jember enaknya minum coklat dingin
Setelah merasakan Coklat dinginnya enak, akhirnya saya memutuskan untuk membeli beberapa jenis coklat untuk dicoba. Enak dan rasanya tidak kalah dengancoklat-coklat yang beredar di pasaran :D. Kalau kalian wisata ke Jember, mampir deh ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao dan beli Coklatnya. Pasti ketagian dan ingin membelinya lagi :D

You Might Also Like

3 kesan dari teman

  1. ku juga suka banget nih bisa ke Puslit Koka Jember. Bisa lihat proses pembuatan cokelat dan tentu saja beli oleh-oleh cokelat dan kopi khas Jember. Uenaaak. Sayangnya jauh ya jadi mesti ramai-ramai ke sana biar bisa sewa kendaraan.

    BalasHapus
  2. Aku menyesal gak borong cokelat di sini. Ternyata enak. :)

    BalasHapus
  3. Dimana-mana rasa cokelat memang khas dan selalu bikin nagih. Apalagi kalau udah tau prosesnya, rasanha setiap gigitan itu special...

    Uuu jadi curhat

    BalasHapus

Recent Posts

Instagram

Like my Fanspage Facebook