Ikan Panggang Khas Blimbingsari, Banyuwangi

13.44

Ikan Panggang Blimbingsari

Selain Bandara Hijau yang naik pangkat menjadi Bandara Internasional, Blimbingsari juga terkenal dengan pantai dan kuliner dari hasil lautnya. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah Ikan Panggang Khas Blimbingsari. Gimana tidak menarik, sekali melihat penampakan ikan yang dipanggang dengan lapisan sambal yang sangat ekstrim terlihat sangat menggoda iman untuk diet runtuh seketika.

Jika datang ke Desa Blimbingsari, sekitar ada 30 Penjaja Ikan Panggang ini berjualan di pinggir jalan, kebanyakan di depan rumahnya.  Hanya ada 1 (satu) penjaja ikan panggang yang punya warung khusus untuk para pembeli.  Pak Naori, adalah salah satu penjaja ikan panggang khas Blimbingsari yang warungnya sering saya datangi.


Untuk menuju Sentra Penjual Ikan Panggang khas Blimbingsari dari kota Banyuwangi cukup mudah. Ambil arah Rogojampi lalu pertigaan lampu lalu lintas Universitas Poliwangi ambil Kiri – ikuti jalan tersebut mengikuti arah ke Bandara Banyuwangi – setelah melewati Bandara Banyuwangi aka nada gapura masuk Desa Blimbingsari, mulai dari situ di pinggir jalan terdapat penjaja Ikan Panggang Khas Blimbingsari. Warungnya pak Naori itu sederhana, Cuma menggunakan bangunan semacam pos jaga yang sepertinya sudah tidak terpakai.

Warung Ikan Panggang Khas Blimbingsari Pak Naori
Pak Naori dan keluarganya nampaknya sibuk melayani pelanggannya, menata ikan diatas bara api yang ditiupkan angin yang menggunakan tenaga listrik. Tidak menggunakan tangan karena panasnya jadi tidak merata karena faktor manusia yang bisa kelelahan mengipas-ngipas :D. Cara penyajian Ikan Panggang khas Blimbingsari ini menarik, ikan dijepit dengan bambu, bambu ditusuk dengan pelepah pisang diujung kepala ikannya. Hal tersebut digunakan untuk memudahkan cara pemegangan dalam memanggang dan membolak-balik ikannya. Ikan dipanggang hingga setengah matang lalu diolesi dengan bumbu sambal yang terlihat pedas. Ikan tersebut seperti diselimuti oleh sambal dan hanya terlihat ekornya saja. Ikan yang telah diolesi dengan bumbu sambal, dipanggang kembali hingga matang.
pak Naori

Ikan yang digunakan biasanya tergantuk stok ikan yang didapat, biasanya menggunakan ikan ekor merah, ikan mata besar (mata belo), ikan layang benggol. Ikan-ikan tersebut jika sudah matang dipanggang dihargai dengan harga sebesar  Rp.10.000 hingga Rp.26.000 tergantung jenis ikan dan ukurannya. Ikan tersebut ternyata didapat dari TPI Pelabuhan Muncar. Saya pikir malah dari TPI Blimbingsari yang merupakan tempat pelelangan ikan terdekat.

Ikan Mentah dipanggang setengah matang terlebih dahulu lalu disambelin dan dipanggang lagi
Apapun ikannya ga penting mas, disini yang istimewa adalah bumbunya, kata salah satu pelanggang pak Naori.
Yah memang bisa dilihat, ikan yang dilapisi bumbu cabe ini terlihat menggoda. Akhirnya ikan panggang pesanan sudah jadi, saya memutuskan makan ditempat, eh ternyata pan Naori tidak menyediakan nasi. Alhamdulillah, kalau berat badan ga naik-naik amat kalau makan tanpa nasi kan?. Bumbunya memang beda, sedikit agak pedas namun tidak pedas seperti penampakannya. Bumbu Cabai yang digunakan mementingkan rasa yang setiap memakan daging ikan panggangnya harus menyolek Bumbu Cabainya yang nagihin.

Menurut Pak Naori, kadang ada tamu luar kota, terutama Jakarta dan Surabaya yang hendak pulang menggunakan pesawat memesan Ikan Panggang Khas Blimbingsari. Ikan tersebut tahan sampai dua hari, jika menggunakan pesawat pas sekali. Sampai rumah, ikan panggang bisa dibuka dan disantap bersama keluarga.

Untuk kalian yang sedang berada disekitar Blimbingsari, kalian kudu wajib nyoba kuliner Ikan Panggang Khas Blimbingsari ini.

You Might Also Like

7 kesan dari teman

  1. Ngga disediain nasi? Harus bawa sendiri dari rumah donk hihihi. Atau memang sengaja tidak untuk makan di tempat kali yaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau tempat aku beli g ada nasi mba :D. biasanya beli dibawa pulang atau bisa digadoin tanpa nasi kalau makan di tempat.
      sebelum warung bapaknya ini ada warung ikan panggang yang nyediain nasi :D

      Hapus
  2. Keren ya Banyuwangi ini. Semakin menggeliat aja. Setelah buka rute internasional (baru KL aja sih), tahun ini bakal ada event marathon juga.

    Bener sih, di mana-mana ikan laut ya sama aja, yang bikin beda tetap aja bumbunya. Tapi kalau ikannya dari Indonesia timur, yang lautnya masih relatif terjaga, ikan-ikannya 'gurih' meski cuma dibakar dan dikasih bumbu garam aja :)

    BalasHapus
  3. Benda hijau yg ada di gambar dimana ada Pak Naorinya itu kipas alias blowernya, mas?

    Sayang, saya gak suka ikan. Coba Pak Naori ada menu lain 😁

    BalasHapus
  4. Alaaaan, aku baca ini sambil nelen liur, kalau soal ikan aku selalu lemah. Mupeng banget euuuy. Itu dimakan pake nasi anget mesti enak banget, nom nom nom.

    BalasHapus
  5. Untuk saya yang ngga terlalu suka makan ikan (karena males kena duri) sepertinya ini patut dicoba. Dan harus bawa nasi dong dari rumah, atau beli di warung sebelahnya HAHA.

    BalasHapus
  6. aku biasanya kesini kalo ke Banyuwangi mas, hehehe. Dulu, rumah pak de ku di daerah Watu Kebo, sering banget main kesini dan makan ikan bakar nya. Bulik ku di Singo juruh juga sering bawain oleh oleh pepes ikan laut yang ga ada durinya, rasanya NAMPOL ABEESSS!!!

    BalasHapus

Recent Posts

Instagram

Like my Fanspage Facebook