Kelezatan Nasi Tempong Iwak Wader Warung Puthuk Mbok Misnah, Desa Kenjo, Banyuwangi

08.23


Sego Tempong Iwak Wader
Nasi Tempong, salah satu makanan khas Kabupaten Banyuwangi yang terkenal akan pedasnya. Nasi dengan lauk pauk dan lalapan rebus disajikan bersama sambal bercitarasa khas dan pedas. Saking pedasnya rasanya Bibir seperti di tempong-tempong atau dalam bahasa Indonesia Tempong itu adalah Tampar. Citarasa khas dari  Sambel Tempong ini selain pedasnya adalah kecutnya. Kecutnya karena menggunakan jenis Tomat unik yang katanya hanya ada di Banyuwangi, namanya Ranti.

Warung Nasi Tempong cukup banyak dan hampir ditemukan di setiap sudut kota Banyuwangi, Warung Puthuk Mbok Misnah salah satunya yang menjadi favorit saya. Warung Puthuk Mbok Misnah ini letaknya tidak di pusat kota melainkan berada di Desa Kenjo, Kecamatan Glagah, Banyuwangi  atau sekitar 10-15 menit dari Pusat Kota Banyuwangi. Warungnya sangat sederhana, berada di pinggir jalan di lahan perkarangan sehingga berlantaikan tanah. Namun jangan tertipu penampilan warungnya, Nasi Tempong yang dijajakan di Warung Puthuk Mbok Misnah ini sangat enak.
Penampakan Warung Puthuk Mbok Misnah dari Jalan
Rute Menuju Warung Puthuk Mbok Misnah.
Untuk menuju ke Warung Puthuk Mbok Misnah dari Pusat Kota Banyuwangi cukup mudah, kalian tinggal mengarahkan kendaraan sejalur dengan Ke arah Kawah Ijen (Jalan Raya Lijen). Dari Simpang Lima Kota Banyuwangi ambil jalan menuju Barat - melewati rel kereta api – pada pertigaan patung barong ambil kiri – pertigaan pertama setelah patung barong ambil kanan – lurus terus kea rah barat melewati desa Olehsari melewati kantor Kecamatan Glagah – Pasar Glagah – Kiri Jalan ada Kantor Koperasi Modern ada jalan kecil di sebrangnya, ambil jalan memasuki Gang tersebut kea rah Desa Kenjo, nanti Warung Puthuk ada di kiri jalan.

tempat makannya
Pertama kali saya datang kesini bersama teman-teman foto hendak Explore Hutan Pinus daerah Licin dan sebelum kesana kami mampir ke Warung Puthuk Mbok Misnah untuk makan siang. Warung Puthuk Mbok Misnah ini hanya menyediakan Nasi Tempong dengan lauk Ikan Wader. Ikan Wader itu adalah ikan kecil yang hidup di sungai-sungai. Tidak aneh memang di sekitar desa ini masih mudah mencari Ikan Wader karena kondisi sungai dan saluran irigasi sawah masih terjaga kebersihannya dan ikan-ikan di tempat tersebut bisa tumbuh berkembang biak.

Menggoreng Wader
Pilihannya Ikan Wader ada dua yaitu Ikan Wader Goreng biasa atau Ikan Wader Goreng Tepung. Ikan Wader Goreng Biasa.  Walaupun Tempong terbilang pedas, namun disini kita bisa request tingkat kepedasan Sambel Tempongnya dan saya memilih Sedang saja karena ingin bisa menikmati kriuknya ikan Wader yang di Goreng Garing. Tidak menunggu lama, hidangan Nasi Tempong Ikan Wader yang kami pesan sudah jadi dan siap santap. Penyajiannya juga sederhana, Satu Piring berisi Nasi, Satu Piring Berisi Lauk Ikan Wader, Lalapan dan Sambel Tempongnya, dan satu mangkuk Air Kobokan. Sekilas terlihat porsinya cukup besar, begitu pula nasi dalam satu piring yang saya pikir tidak bakal habis (ending-endingnya ya habis juga). Iwak Wadernya enak, disajikan masih hangat dicolek bersama sambel tempong yang pedas dan kecut. Makan dengan hidangan seperti ini memang enaknya dengan tangan dan tidak menggunakan sendok.
Lezat banget Nasi Tempong Ini
Ditengah-tengah beberapa dari kami terengap-engap kepedasan, Pak Jamidi, suaminya Mbok Misnah memainkan intro sebuah lagu yang tidak dikenal dan asing.
“Warung Puthuk Di Pinggir Jalan, Dodolanne Wader Gorengan….”
Sontak kami terkenjut, ternyata yang dinyanyikan lagu ciptaan sendiri  tentang Warung Puthuk Mbok Misnah.  Sambil makan saya dengarkan lagunya dengan seksama. Lagunya asik banget, sekilas lirik lagunya menggambarkan Warung Puthuk dan Nasi Tempong (Sego Tempong) Ikan Wader. Namun beberapa kalimat di lirik lagu tersebut, Pak Jamidi menyelipkan Rayuan Gombalnya kepada sang Penjualnya  yang saat itu pas sekali sedang berbaju kuning sesuai lirik lagunya.

Setelah Nasi Tempong sudah habis disantap, saya meminta Pak Jamidi bernyanyi  lagu Warung Puthuk kembali dan meminta ijin untuk merekamnya. Suaranya khas banget, Bait ke bait di lirik lagu ibarat pantun yang mengalir pas sekali. Jika kalian penasaran dengan lagunya bisa lihat Video yang saya upload di Channel Youtube dibawah ini.

Walau Warung Puthuk Mbok Misnah merupakan warung yang sangat sederhana. Hidangan Nasi Tempong Ikan Wader sangat enak dan harus kalian coba. Buka Mulai Jam Makan Siang hingga malam, namun biasanya tidak tentu jika jam 9 malam masih ada yang nongkrong Ngopi warung tersebut masih buka. Namun Hidangan Nasi Tempong Ikan Wader saat malam hari tidak dijamin masih ada.

You Might Also Like

14 kesan dari teman

  1. Cocok ini kulinernya. Bagi yang suka pedas kayaknya kuliner seperti ini jadi idola dan buruan.

    BalasHapus
  2. waduh, kangen sego tempong, belum nyoba yang wader pasti kriuk2 deeh

    BalasHapus
  3. Gabisa makan nasi. Tapi piring ikan bersama sambal lalapnya, menggoda!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sombong gk bisa makan nasi. Ahahahaha

      Hapus
  4. Sepertinya Nasi Tempong bukan untukku, walau ngiler habis melihat ikan wadar dan sayurnya. Tapi kalau ke Bayuwangi lagi, sepertinya harus tetap dicoba, minimal ngegadoin ikan wadarnya itu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ga suka pedes ya mba. bisa request g pedes loh :D

      Hapus
  5. enak mas alan ??
    kalau liat ikanya dakuw jadi kangen sama kampung halaman di sumatra barat, tp di kampungku sih nggk ada, adanya di daerah danau maninjau klo mau kesana banyak yg jualan. nama ikannya "lauk bulih" enak klo di goreng kering pke sambalado duhhh beuuuhhhh endoollll pke terong rebus dan nasi anget2 baru matang dr tunggu duuhhhh beuuhhhh enyakkk enyakkk bangg ngiler hahha

    BalasHapus
    Balasan
    1. enak ini mas. pertama kali makan disni tahun 2017. hbis itu sering kesini karna enak :D

      Hapus
  6. Aku mirip Uni Evi, kalo pedes banget sampe kayak ditampol, mending nggak daripada mules hehehe.
    Pilih makannya ngga pake sambelnya, boleh doonk.
    Kuliner adalah Salah satu manfaat dari perjalanan yang aku suka. Memperkaya khasanah kuliner lokal ya, Mas..

    BalasHapus
  7. Wah, sepertinya perlu dicoba nih. Warung sederhana seperti ini memang perlu dibantu pemasarannya dan itu menjadi tugas anak-anak muda seperti kita yg memang lebih melek teknologi :)

    Thanks udah sharing om

    BalasHapus
  8. Lalapan rebusnya menggoda banget Mas..sambelnya merah-merah gimana gitu, kayaknya enak tenan

    BalasHapus
  9. makan disana sambil dengerin petikan gitar dan lagu si bapak, wis kebayang nikmatnya. Mau yah lan kesana pas ke bwi, hehe, insyaallah

    BalasHapus
  10. aku ke bwi nyoba nasi tempong juga, tapi beda lokasi. hehehe soalnya nyari warung yang ada PETE-nya waktu itu hehehe

    BalasHapus
  11. kalo yang disini blum pernah nyobain, kalo ke bwi lagi dan punya waktu panjang aku sempetin deh kulineran

    BalasHapus

Recent Posts

Instagram

Like my Fanspage Facebook