Puncak Asmoro, Desa Gombengsari, Banyuwangi - Spot Memandangi Pemandangan Gunung dan Laut

22.54

Spot Andalan Foto di Puncak Asmoro

Suatu hari teman saya di Jogja pamer dengan foto-foto dirinya berlatarkan Gunung Merapi, lalu saya membayangkan apa bisa foto seperti itu juga di Banyuwangi berlatarkan Gunung Merapi Ungup-ungup. Ternyata bayangan saya menjadi nyata setelah lihat foto di kawasan wisata baru bernama Puncak Asmoro yang berada di Desa Gombengsari.

Puncak Asmoro merupakan salah satu destinasi baru di Kabupaten Banyuwangi yang menyuguhkan Pemandangan 3 (tiga) Gunung yang selalu terlihat di sudut manapun di Banyuwangi. Puncak Asmoro ini terletak di Kampung Sumber Pakem, Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi.

Rute Menuju Puncak Asmoro dari Kota Banyuwangi
belokan sebelum pertigaan masjid Baitur Muttaqim, ambil kanan
Rute untuk menuju kota Banyuwangi cukup mudah, apalagi jika kalian sudah pernah tahu lokasi kedai Kopi Lego (untuk yang bawa kendaraan roda dua) atau Kayangan (jika ingin ke Puncak Asmoro dengan Tracking). Dari Pusat Kota Banyuwangi arahkan kendaraan kalian menuju daerah Desa Gombengsari – setelah memasuki Desa Gombengsari kalian bisa memilih jalanikuti jalan saja sampai di pertigaan sebelum masjid Baitur Muttaqim yang ada di kanan jalan, beloklah kekanan  lalu ikuti jalan melewati Kedai Kopi Lego -  memasuki kebun jati dan hutan Perhutani – dan sampai di Kampung Sumber Pakem – Lewati Kampung Sumber Pakem dan kalian akan sampai di parkiran Puncak Asmoro.
desa sumberpakem

rombongan pesepeda melewati desa sumber pakem

Saat ini jalur menuju Puncak Asmoro baru bisa dilewati oleh kendaraan bermotor karena kemarin jembatan yang berada di tengah hutan rusak akibat terkena banjir. Jika kalian membawa mobil bisa dititipkan di rumah warga setempat. Jika kalian lebih senang tracking menuju puncak Asmoro melewati Hutan, kalian bisa lewat Desa Gombengsari – Kopi Kayangan menitipkan kendaraannya di rumah warga

puncak Asmoro dari Kejauhan
dari kiri ke kanan. Gunung Raung-Meranti-Merapi
Kami berangkat dari Kota Banyuwangi pagi hari saat cuaca cerah dan Gunung-gunung terlihat cukup jelas. Kami berangkat memilih jalur Tracking lewat Kopi Kayangan karena sekalian ingin berolahraga pagi. Sesampainya di kawasan Puncak Asmoro, saya melihat lahan Puncak Asmoro merupakan lahan bekas tebangan milik Perhutani yang dimitrakan kepada Kelompok Masyarakat LMDH setempat. dari puncak Asmara ini terlihat jelas 3 (tiga) Gunung yaitu Merapi, Meranti dan Raung terlihat lebih gagah. Di sini terdapat Gardu Pandang yang sudah diramaikan wisatawan yang lebih dahulu datang. Mereka sedang asik berfoto-foto gaya masing-masing berlatarkan  pemandangan ketiga Gunung tersebut. Selain Gardu Pandang terdapat spot foto berupa tulisan Puncak Asmoro dengan pemandangan yang sama, Gunung. Spot foto yang lain berupa semacam dermaga yang bisa ditempati minimal dua orang saja.

di atas gardu pandang
Landmark Puncak Asmoro
Jangan terpaku dengan pemandangan Gunung-gunung yang ada di sebelah Barat. Jika kita melihat arah timur terlihat laut perairan Selat Bali dengan kesibukan kapal-kapal penyebrangan yang hilir mudik dari Banyuwangi ke Bali, begitupula sebaliknya. Menurut pengelola, pemadangan sunrise di Puncak Asmoro ini juga tidak kalah indah, namun sepertinya butuh perjuangan ekstra untuk menuju puncak ini pagi buta dari kota Banyuwangi :D. Solusinya pengelola sedang menyiapkan jasa Homestay di Kampung  Sumber Pakem sehingga jika ingin melihat Sunrise lebih mudah.

Pemandangan Selat Bali
Karena terbilang baru, fasilitas yang ada di sini baru ada warung kecil milik kelompok masyarakat LMDH yang menjajakan makanan ringan, minuman dan Indomie. Memang rasanya enak sekali makan Indomie panas pagi-pagi dengan latar pemandangan yang indah ini. Fasilitas kedua adalah Toilet yang berada di dekat dengan warung.

Sejarah dan Asal Muasal Tempat
Puncak Asmoro ini ternyata punya cerita tersendiri. Konon di masa lampau tempat ini menjadi saksi kisah Asmara dua insan manusia. Namun kisah ini tidak berakhir indah karena dua insan tersebut akhirnya harus berpisah karena sudah saling memiliki yang lain. Yah itu sudah Takdir dan karena adanya kisah Asmara tersebut Puncak ini dinamakan Puncak Asmara.

Tertarik untuk datang kesini?
 
foto bersama para pengelola Puncak Asmoro
pas ada pemandangan bagus, foto itu wajib


You Might Also Like

12 kesan dari teman

  1. Fokus liat ban sepedanya kok kayak lumuran gula merah ahahahha.
    Ini artinya blusukan dan jalannya tanah lumpur akakkakak

    BalasHapus
    Balasan
    1. semalamnya hbis hujan dan rutenya lewat hutan :D.

      Hapus
  2. Siapa tuhh yang mamerin foto berbackground merapi? :p
    Eh tapi miriiip banget emang. Apalagi pas kawah begitu, mirip sekali sama pemandangan di Kalitalang. Cuma plusnyah di Puncak Asmoro ituu, ada view kapal-kapalnya jugak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya loh aku juga kaget pas liat dari deket :D, mana namanya sama lagi, merapi

      Hapus
  3. Waah, tempat baru lagi niih ! Cuman penuh perjuangan ya kesana, mesti tracking dengan medan berlumpur. Mesti cuaca bagus dong ya.. Tapi kalau perginya nanti-nanti, keburu mainstream lalu penuh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha iya, pertama kesini zonk, gunung ketutup awan.
      kedua kalinya kesini, sudah lagi mulai ramai :D

      Hapus
  4. Aku belum kesampaian jalan-jalan ke Banyuwangi. Hopefully someday. Atau nunggu undangan mas Alan jaja 'kali ya? hihihi

    BalasHapus
  5. Banyak benar yang cakep di Banyuwangi. Kalau datang berulang-ulang baru puas. Entah kapan bisa ke Banyuwangi lagi, kota ini bikin kangen

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe nunggu kalau lagi di Bali atau di Surabaya mba, lebih deket ke Banyuwanginya

      Hapus
  6. ahaha. Kisah sejarah asal muasal tempatnya klasik banget ya.


    oh ya, baru tau juga kalau ada nama Gunung Merapi Ungup-ungup :)

    BalasHapus
  7. belum ada waktubuat kesini nih. dunia itu sempit ternyata,, itu foto sama si andreas. Sahabat jalan itu :D

    BalasHapus

Recent Posts

Instagram

Like my Fanspage Facebook