Piknik Yuk Ke Hutan Mangrove Pandansari, Brebes, Jawa Tengah

08.38

Dermaga kedatangan di Mangrove Trail Brebes
Berawal dari rasa penasaran Grup Whatsapp keluarga besar tentang foto Mangrove Trail di Kabupaten Brebes yang letaknya tidak jauh dari rumah nenek di Losari, Kabupaten Cirebon. Pada saat mudik Lebaran ke rumah nenek, saya sekeluarga menyempatkan diri untuk melihat wisata Hutan Mangrove di Brebes.

Hutan Mangrove Pandansari namanya. Dinamakan demikian karena letaknya di Dukuh Pandansari, Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Jika dilihat dari PetaHutan Mangrove ini bisa dibilang baru dibuka untuk wisata mulai tahun 2016 dan mulai naik daun pada tahun 2017.

denah rute menuju hutan bakau pandansari brebes
kondisi jalan desanya
kondisi jalan tambaknya
Rute untuk menuju wisata Hutan Mangrove Pandansari, Brebes ini mudah kok. Jika kalian dari kota Brebes arahkan kendaraan ke barat menuju keluar kota Brebes. Ikuti jalan pantura sampai melewati Rumah Sakit Bhakti Asih di Kanan Jalan akan ada pertigaan ke utara. Beloklah ke kanan (arah utara) memasuki jalan tersebut lalu ikuti saja jalan tersebut sampai bertemu pasar dan terlihat papan petunjuk jalan menuju hutan mangrove pandansari . Ikuti papan petunjuk tersebut  melewati area pertambakan udang, bandeng dan garam lalu akan sampai di parkiran wisata hutan mangrove pandansari. Jika kalian dari arah Losari, Cirebon, kalian tinggal belo kiri di pertigaan kiri jalan sebelum Rumah Sakit Bhakti Asih.

kapal yang kami naiki menuju mangrove trail brebes
Dari parkiran ke Mangrove Trail Brebes ini perlu naik perahu menyelusuri  sungai  menuju ujung dermaga mangrove trail. Untuk memasuki hutan mangrove brebes ini kita ditarik tiket masuk sebesar Rp.20.000 untuk dewasa, Rp. 10.000 untuk anak-anak, Rp.2.000 untuk motor, Rp.5.000 untuk mobil. Tiket tersebut sudah termasuk jasa PP naik perahu menuju Mangrove Trail. Perjalanan naik perahu menyelusuri sungai memakan waktu perjalanan sekitar 15 menit.  Di kanan kiri terlihat pohon bakau dari jenis Rhizopora yang mempunyai akar Jangkar. Sesekali terlihat sejenis burung pemakan ikan seperti kuntul, raja udang dan lain-lainnya sibuk melakukan aktifitas mencari makan.

foto pasukan rombongan :D
Setelah 15 menit berlayar menyelusuri perairan hutan mangrove, sampailah kami di dermaga mangrove trail pandansari. Keluarga dan sodara-sodara langsung mengambil pose berfoto di gapura selamat datang dan lalu diikuti rombongan yang lain dibelakang kami. Setelah berfoto. Kami melanjutkan perjalanan kembali menyelusuri jembatan mangrove brebes ini.

jembatan pink, ikon hutan mangrove brebes
Jalur Mangrove trailnya cukup panjang, jika dikira-kira ada lebih dari 1 km. Namun menyelusuri mangrove trail sepanjang itu tidaklah membosankan karena pengelola menyediakan beberapa spot menarik di hutan bakau brebes seperti menyelusuri lorong-lorong hutan bakau, dua buah gardu pandang untuk melihat panorama alam hutan mangrove dari ketinggian, beberapa spot foto menarik seperti Jembatan Berwarna Pink dan tugu patung ikan “mudskipper”, ikan yang banyak ditemui hidup di lumpur-lumpur hutan bakau. Selain itu, di spot tertentu terdapat pedagang makanan-minuman yang siap memadamkan rasa kelaparan dan kehausan setelah capek menyelusuri hutan mangrove brebes.
tugu patung ikan mudskiper, icon hutan bakau brebes

lorong hutan bakau brebes
Walau terbilang baru, pengembangan Hutan Mangrove ini telah memakan waktu selama 10 tahun dengan awal dipelopori oleh Mashadi. Menurut warga sekitar, 6 tahun yang lalu beliau sempat diejek tidak waras menanam Bakau di pesisir Brebes tersebut, namun perlahan upaya tersebut berhasil dan mulai datanglah LSM dan organisasi bahkan Pramuka membantu merestorasi ekosistem Hutan Mangrove di sekitar Dukuh Pandansari, setelah 6 tahun berjalan hasilnya saya rasa sangat memuaskan. Bahkan perjalanan ke Hutan Bakau Brebes melewati daerah tambak dimana setiap pematangnya ditumbuhi oleh pohon bakau. Tumbuhnya pohon bakau ini nantinya bisa menjadi tempat bertelurnya ikan-ikan.

duduk2 di pinggir dermaga
shelter dan kursi santai kosong di area terbuka
Menurut saya pribadi, perlunya penambahan tempat titik istirahat atau shelter karena saat berkunjung kesini dibeberapa spot terdapat pengunjung yang duduk di pinggir mangrove trail dan menyantap bekal makanan yang dibawa dari luar. Hal ini bisa menyebabkan kemacetan di mangrove trail atau mungkin kejadian yang tidak diinginkan seperti pengunjung yang duduk di pinggir tersebut tersenggol dan akhirnya tercebur. Mungkin adanya jaket pelampung yang disediakan diatas kapal penyebrangan sesuai dengan jumlah orang yang diangkut kapal tersebut.Walau air sungainya terbilang tenang, namun tidak ada salahnya untuk jaga-jaga dan keamanan, kenyamanan pengunjung.

gardu pandang hutan bakau brebes
Hutan Mangrove Bakau ini layak kalian datangi selain aksesnya mudah dijangkau baik dari kota Brebes maupun dari luar kota Brebes juga mendapatkan ilmu-ilmu bermanfaat seputar hutan mangrove dan bisa mengurangi atau menghilangkan kepenatan rutinitas sehari-hari. Mengunjungi Hutan Bakau Brebes ini enaknya di waktu pagi hari sebelum jam 9 pagi atau sore mulai jam 3 pagi. Dengan mengunjungi pada waktu itu cuaca tidak terlalu panas dan terik sekaligus saat kalian menyelusuri lorong hutan mangrove akan terdengar kicauan merdu burung-burung yang mendiami hutan ini. Jika jeli, kalian bisa melihat aktivitas burung-burung tersebut mencari makan di sekitar hutan bakau brebes ini.


Yuk Ke Hutan Mangrove Pandansari, Brebes :D

You Might Also Like

8 kesan dari teman

  1. Adem ya kayaknya pas menyusuri lorong hutan bakaunya itu.. lomantis :D

    BalasHapus
  2. Untuk kesana penuh perjuangan ya Mas. Tapi terbayar lah ya dengan suasana adem dan asri..

    BalasHapus
  3. Uya sih mas mending pagi sekalian atau malah soree gitu ke sininya. Kalau siang vanash kayanya.

    Cue lebaran2 masih radjin update blog cie :))

    BalasHapus
  4. Tahun 2014 saya ke rumah teman di kampung ini. Sempat diajak untuk keliling mangrove, tapi saya kala itu belum bisa. Alhamdulillah sekarang mangrove di sana benar-benar bagus, 2014 di sana jalannya berlumpur mas. Sumpah...

    Kalau tidak salah, pengelola mangrove ini pernah diundang di Kick Andy, dan mendapatkan dana hehehhehe. Salut untuk para pejuang hutan mangrove

    BalasHapus
  5. Paling pas ya pagi kak, belum terlalu panas.

    BalasHapus
  6. Jembatan dan gardu pandangnya eye-catching banget, kontras dengan latar air dan hutan bakau yang berwarna hijau gelap. Aku belum pernah ke hutan bakau sebelumnya. Di sana sejuk atau gerah sih?

    BalasHapus
  7. Aku tiap motret mangrove ga pernah cakep e. kayanya harus pakai drone. wkwkw
    ini mirip di Bali. Ada gardu pandangnya gitu

    BalasHapus
  8. Untuk tmen2 barang x ada yg mau menikmati pagi d pandansari kami menyediakan homestay yg cukup murah , dan homestay ini berasal dari rumah warga yg berpenghuni , selain itu kami bekerjasama dg pemilik rumah agar bisa bersenyum ramah terhadap pengunjung dan memberikan keramahan , selain itu kami juga menyediakan education center yg meliputi kearifan lokal , seperti batik mangrove , garam matang rebus , serta budidaya kepiting soka ...
    Kami juga menyediakan menu khas pandansarinan seperti urab anglur(mangrove ) kepiting soka kriuk ,berbagai macam ikan bakar , ikan bandeng cabut duri, sate kerang dan kerang lainya , dan ada minuman sirup mangrove ,rumput laut..dll masih banyak menu yg blm bisa kami sebutkan,,,
    Silahkan barang x ada yg mau paketan kami juga bisa

    BalasHapus

Recent Posts

Instagram

Like my Fanspage Facebook