Taman Wisata Osing - Penginapan Di Tengah Hutan Rakyat Dan Desa Kemiren, Banyuwangi

, , 11 comments
Kolam Renang Taman Wisata Osing
Hotel dan penginapan di Banyuwangi makin hari dirasakan makin bertambah, beberapa hotel lawas terlihat mulai melakukan renovasi untuk memberikan pelayanan terbaik. Apalagi saya merasakan kunjungan ke Banyuwangi mulai meningkat.

Taman Wisata Osing merupakan taman rekreasi yang berada di Desa Kemiren, Banyuwangi.  Desa tersebut merupakan desa yang penduduknya merupakan Masyaakat Suku Osing, Suku Aslinya Banyuwangi. Taman Wisata Osing ini terletak 8-10 km dari pusat Kota Banyuwangi atau sekitar 5 km dari stasiun Karangasem. Jika naik motor dari Kota Banyuwangi bisa dicapai selama 15 menit dan dari Stasiun Karangasem bisa ditempuh selama 5-10 menit.

gerbang depan Taman Wisata Using
Rute Ke Taman Wisata OsingRute Ke Taman Wisata Osing dari Kota Banyuwangi cukup mudah kok. Rutenya dari Simpang Lima Kota Banyuwangi Ke Arah Barat – Jl. Jaksa Agung Suprapto – Jln. Hos Cokroaminoto – Melewati Rel Kereta – Pertigaan Patung Barong lurus hingga menemukan gapura masuk desa Kemiren – Melewati Gapura Lurus Terus Sampai menemukan Pertigaan yang ada Kepala Barongnya lalu ambil kiri – Taman Wisata Osing ada di Kanan Jalan.

Taman Wisata Osing (TWO) , bisa dibilang adalah taman bermain yang dilengkapi beberapa fasilitas yang cukup lengkap jika disebut Resort. Sekitar TWO ini istimewa , selain karena berada di tengah desa mayoritas dari suku Osing, suku asli Banyuwangi, TWO berbatasan langsung dengan Hutan Masyarakat Desa Kemiren, sehingga suasana di TWO sangat asri. Bagian sebelah barat TWO ditumbuh berbagai pohon yang relatif besar dan banyak pohon durian. Jika sedang musim durian, durian dari pohon ini pun dijual kepada pengunjung. TWO mempunyai fasilitas seperti Dua Kolam Renang, satu untuk anak-anak satu untuk orang dewasa. Terdapata taman bermain anak-anak yang terdapat mainan seperti ayunan, prosotan, jungkat-jungkit dan mainan lainnya.

ayunan di taman bermain anak-anak
Terdapat pula penginapan dengan fasilitas yang sama tiap kamarnya seperti Kasur dua atau kasur satu, kamar mandi dalam dan kipas angin. Letaknya yang berada di Desa Kemiren membuat kami ingin mencoba menginap disini, sekaligus mencari penginapan terdekat untuk hadir di acara Festival Ngopi Sepuluh Ewu yang diadakan bulan November kemarin.  Dari Penginapan ke pusat acaranya Cuma tinggal berjalan kaki sekitar 2 menit saja sudah sampai di pusat keramaian Festival Ngopi Sewu. Penginapan ini juga pernah dipilih seorang teman untuk pendakian ke Ijen karena penginapannya searah dengan jalur ke Kawah Ijen (sekitar 45 menit naik motor sampe ke paltuding, pos pendakian kawah ijen)

malam hari, syahduu
bangunan adat osing

kamarnya
Sesuai dengan lokasi dan namanya, bangunan berbentuk rumah adat suku osing dengan dinding terbuat dari anyaman bambu kecuali modifikasi kamar mandi yang menempel di bagian samping kamar terbuat dari semen dan batu bata. Karena terbuat dari anyaman bambu, aroma khas terasa saat memasuki kamarnya. Jika menginap di hari weekday rasanya nyaman sekali, taman wisatanya jarang sekali pengunjung, menjadi seperti milik pribadi. Berjalan menyelusuri halaman luasnya, berenang-renang menikmati kolam renangnya atau keluar hotel menikmati suasana desa kemiren atau mencoba beberapa kuliner khas masyarakat osing kemiren yaitu pecel pitik dan Uyah Asem yang bisa dibeli di Pesantogan Kemangi yang letaknya 5 menit dari hotel dengan berjalan kaki.
pesantogan kemangi kemiren
Pengalaman saya untuk memesan kamar di penginapan sini agak kesulitan karena Taman Wisata Osing ini tidak punya nomor telepon kantor. Saya mencatat salah satu npegawainya saat survey,namun tidak bisa dihubungi (mungkin karena sinyal disana agak susah), sehingga perlu kesana kembali lagi kesana untuk mememesan. Baiknya memang Taman Wisata Osing ini memiliki Telpon Kantor atau HP khusus Kantor, sehingga bisa meningkatkan lagi pelayanan terhadap pengunjung khususnya yang ingin menginap dan memesan kamar di penginapan tersebut.

Yukk nyoba nginap disini :D

Harga per November 2016
Kamar Rp. 165.000/malam untuk 2 orang
Ekstra Bed Rp. 40.000
Dapat Sarapan Pagi di Kantin
Nomor Telpon (nyusul ya, belum dapat dapat dihubungi)



11 komentar:

  1. Suka banget ama penginapan seperti ini. Catet. Besok-besok kalo ke Banyuwangi kudu coba nginep di sini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi boleh dicatet, apalag dtg kesini pas ada acara adatnya desa mba :D

      Hapus
  2. Tempat yang cocok untuk wisata keluarga ya Mas Alan. Mungkin kurang promosi saja Mengapa tamannya sepi. Kalau sudah cukup promosinya saya pikir Banyuwangi umumnya akan jadi destinasi wisata keluarga yang menarik

    BalasHapus
  3. Sepertinya nyaman banget penginapannya. Asri dan ada rumah adatnya juga.

    BalasHapus
  4. Banyuwangi ini mulai berbenah sejak mentri pariwisata nya orang banyuwangi hahaha

    BalasHapus
  5. Banyuwangi perlahan menjadi destinasi yang keren ya...apalagi bandara nya udah bagus banget.. blimbingsari

    BalasHapus
  6. wah banyuwangi sekarang mulai kece...murah mas kalau penginapan gak sampai 200, dapat sarapan ala ala pedesaan nusantara hmm...mau..

    BalasHapus
  7. Ah kapan y bisa singah ke banyuwangi kk

    BalasHapus
  8. Ada nomer telp yang bisa dihubungi?

    BalasHapus
  9. Mantap .... membuka wawasan penginapan sekitar suku asli banyuwangi. Sayang , belum ada no telp , sehingga sulit untuk pemesanan. Moga pengelola segera berbenah .
    Ato apa memang itu yang malah menjadi ciri khasnya ya ?????

    BalasHapus