Pecel Pincuk Bu Tin : Pecel Dengan Pincuk Ukuran Jumbo

, , 4 comments

Sehabis menikmati sunrise di pantai Boom Banyuwangi, rasa lapar mulai menyerang. Walau di dalam kawasan Pantai Boom banyak menghidangkan makanan dan beberapa kuliner khas Banyuwangi seperti nasi tempong, rujak soto dan lain-lainnya saya memilih makan di luar saja dengan harapan bisa nemu makanan murah porsinya banyak :D. Keluar kawasan wisata pantai boom, lalu menyelusuri jalan melewati taman Blambangan  lalu ke arah Jl. Kapten Piere Tendean. Menyelusuri jalan tersebut saya melihat warung yang cukup ramai, warung  pecel pincuk Bu Tin namanya.

Untuk menuju kesana cukup mudah, dari Kota Banyuwangi ambil jalan ke arah lampu lalu lintas simpang lima, dari situ ambil jalan searah ke taman blambangan, ikuti jalan tersebut sampai lampu merah taman blambangan lalu ambil ke kanan. Ikuti Jalan Kapten Piere Tendean nanti di kiri jalan akan terlihat papan nama Warung Pecel Pincuk Madiun Bu Tin.


Warung Pecel Bu Tin sudah ada sejak lama, sejak Stasiun kereta yang ada di jalan Kapten Piere Tendean ini masih digunakan dan belum berahlifungsi menjadi sebuah pasar.  Kini anaknya melanjutkan usaha  berjualan Pecel Pincuk dari waktu ke waktu. Warungnya cukup unik dan sederhana, hanya  berukuran sekitar mungkin 6x6m (belum bagian belakang), warung ini punya pelanggan setianya cukup banyak termasuk saya, bahkan sabtu-minggu ada yang datang dari luar Banyuwangi untuk mampir makan di Warung Pecel Pincuk Bu Tin.  Warungnya unik karena bernuansa tradisional  dimana Bu Tin menjajakan pecel dan lauk pauknya secara langsung. Kursi kayu panjang berjejer di tiga sisi warung untuk para pengunjung yang ingin makan dan mencicipi Pecel Pincuknya.

Namanya juga Pecel Pincuk, penyajiannya sudah pasti pakai pinjuk. Pincuk terbuat dari daun pohon pisang yang telah digunakan sejak lama sebelum ditemukannya piring ataupun kertas bungkus. Namun penyajian di Warung Pecel Bu Tin ini tergolong unik karena pincuknya mempunyai ukuran yang berbeda dari pincuk pada pecel medium lainnya. Pincuknya cukup besar. mungkin sekitar seukuran baskom plastik kecil atau lebih besar dari mangkok abang tukang bakso. Namun dengan besarnya ukuran pincuk, kita serasa enak memegangnya. Besarnya pincuknya pun juga sebanding juga dengan porsinya. Untuk ukuran perut saya, porsi yang disajikan di Warung Pecel Bu Tin cukup banyak belum lagi nanti jika kita menambah lauk-pauk seperti ayam, telur, ikan, sate usus dan lainnya.  Untuk harganya relatif terjangkau, biasanya saya menghabiskan 8000-15000 (harga tergantung isi lauk) saja. rasa nikmatnya pecel Bu Tini bisa diacungi dua jempol.

selamat makan :D
Sungguh nikmatnya duduk berbagi celah di kursi panjang, menggemgam pecel pincuk raksasa dan menyantapnya perlahan-lahan.


Buka mulai jam 05.30 sampai habis (siang)

4 komentar:

  1. Enak bangeeeeettt......
    jadi ingat nasi pecel di SCJ Jepara, sedep juga rasanya. ngangeni

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi berterimakasih sama pelopor nasi pecel pokoknya :D

      Hapus
  2. Penasaran, pingin ditandingkan dengan pecel Nganjuk, hahaha. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe malah blm pernah jajal pecel ngajuk di kotanya :D

      Hapus