Pantai Wedi Ireng, Banyuwangi - Pantai Berpasir Hitam dan Putih

, , 19 comments

Kok Pasirnya Putih?! Entah sudah beberapa banyak komentar tersebut dari mulut wisatawan yang datang ke Pantai Wedi Ireng, Banyuwangi.

Pantai Wedi Ireng, pantai yang ikut merangkat populer dan mulai banyak di kunjungi para wisatawan. Bagaimana tidak, pantai ini keberadaannya masih alami, pemandangan yang indah dan cara menuju kesananya yang seru menjadi alasan mengunjungi pantai ini. Selain itu karena letaknya searah dan berdekatan dengan Pantai Pulau Merah, wisatawan bisa sekaligus mampir mengunjungi Pantai Wedi Ireng sehabis bermain di Pantai Pulau Merah.

Rute ke Pantai Wedi Ireng
Pantai Wedi Ireng terletak di wilayah Dusun Pancer, Desa Sumber Agung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Lokasinya agak tersembunyi diantara hutan-hutan pantai yang masih bagus keadaannya. Untuk menuju kesini cukup mudah karena lokasinya searah dengan pantai Pulau Merah, namun untuk ke Pulau Merah anda harus pergi ke Pantai Pancer yang ada di sebelah barat dari pantai Pulau Merah.  Dari Pancer kita bisa memilih cara yaitu tracking menembus hutan pantai yg alami atau menaiki perahu melewati lautan. Ada dua cara untuk menuju Pantai ini dari Banyuwangi yaitu dengan angkutan umum atau dengan membawa kendaraan. Membawa kendaraan pribadi lebih direkomendasikan apalagi untuk menghemat waktu perjalanan.

Perempatan Jajag
Angkutan Umum
Dari  Kota Banyuwangi bisa menggunakan bus bisminto atau bus ujang jaya jurusan Pesanggaran, turun di pasar Pesanggraran lalu lanjut dengan naik ojek. Jika kalian dari arah kota Jember bisa turun di terminal pasar Jajag lalu lanjut bis jurusan ke Pesanggaran lalu lanjut naik ojek ke Pantai Pancer. jika kalian mempunyai waktu yg sedikit untuk mengunjungi pantai ini, tidak disarankan untuk naik angkutan umum.

Membawa Kendaraan (Pribadi/Sewa)
Dari Kota Banyuwangi cukup mudah kok, dari kota Banyuwangi –Rogojampi-Srono-Pertigaan Muncar – Pertigaan Plengkung/Alas Purwo – Perempatan Jajag yang ada Tugu Harimau dengan papan petunjuk ke Pulau Merah (lihat foto). Dari pertigaan Jajag mulai terlihat papan petunjuk jalan kecil yang mengarahkan kita ke Pulau Merah sampai menemukan Baliho petunjuk jalan menuju pantai Pancer, Mustika dan Wedi Ireng. Ikuti petunjuk jalan tersebut nanti kita akan sampai di Pantai Pancer.
Nyebrang Sungai

Sesampainya di Pantai Pancer, kita harus memilih dua cara untuk sampai ke Pantai Wedi Ireng yaitu dengan Jalur Hutan dengan jalan kaki atau Jalur Laut dengan perahu. Melewati Hutan cukup seru loh, sebelum sampai ke pintu masuk hutannya kita harus menyebrangi muara sungai yang ada di pantai pancer. Yang kedalamannya bervariasi antara sebetis orang dewasa sampai ada yang seperut orang dewasa. Setelah itu jalan menaiki bukit yang isinya perkebunan masyarakat yang berupa pohon pisang. sesampainya di puncak barulah kita memasuki hutan pantai yang masih alami dengan banyak pohon besarnya. Perjalanan menembus hutan ini menuju pantai agak menurun dan tidak terlalu melelahkan. Setelah melewati hutan, kita akan bisa melihat Pantai Wedi Ireng dengan warna biru laut yang mengalahkan warna biru langit diatasnya. Jika kalian memilih untuk melewati Jalur Laut, kita harus mengeluarkan uang sekitar Rp. 25.000/sekali jalan kapal dengan fasilitas jaket keselamatan. Perjalanan laut pun tidak kalah seru, kita bisa melihat pulau merah dari kejauhan, pegunungan pesisir selatan pantai Banyuwangi yang merupakan hutan lebat yang alami serta melewati beberapa pulau, salah satunya pulaui Bedil.

Misteri Penamaan Wedi Ireng


Pantai Wedi Ireng berasal dua kata bahasa jawa yaitu Wedi dan Ireng dengan arti Wedi berarti Pasir dan Ireng berarti Hitam. Namun ketika sampai dan berlabuh di pantai ini pasirnya berwarna putih?. Jika dilihat dari satelit Pantai Wedi Ireng mempunyai dua sisi pantai (sebut saja Sisi Barat dan Timur ya) yang kedua sisi pantai membentuk huruf W. diantara kedua sisi pantai tersebut dipisahkan oleh karang-karang berbatu hitam. Penamaan nama Wedi Ireng nyatanya emamng benar adanya. Pasir Hitam tersebut ada di Pantai Wedi Ireng sisi timur. Pasir hitam tidak semuanya menutupi pasir putihnya, pasir hitam hanya menhiasi sebagian kecil pasir hitamnya. Namun cerita karangan versi saya malah Wedi Ireng dari berarti Takut Hitam dengan maksud pasir putih yang ada di pantai sisi timurnya takut untuk menjadi hitam hehe. Keberadaan pasir hitamnya kemungkinan ada pengaruhnya dengan batuan hitam yang berada di sekitar pantai. Batuan tersebut lama-lama tergerus oleh ombak pantai Wedi Ireng dan akhirnya menjadi pasir.
Pasir Hitam di Pantai Wedi Ireng
Pantai Wediireng yang mempunyai pasir hitam tersebut tidak banyak pilih untuk bermain air karena kondisi ombaknya yang cukup ganas, berbeda dengan Wedi Ireng sisi Barat yang memiliki ombak tenang sehingga banyak wisatawan berkumpul di Pantai Wedi Ireng sisi barat untuk bermain air, berenang bahkan melakukan snorkeling dengan menyewa peralatan snorkeling yang disewakan oleh pengelola. Di atas batuan karang hitam yang memisahkan kedua sisi pantai terdapat gazebo yang unik berbentuk payung yang setengah terbuka. Biasanya diatas karang ini menjadi spot favorit foto yang instagramable. Terdapat pula spot foto narsis berupa tulisan pantai Wedi Ireng. Katanya jika belum foto di tulisan Wedi Ireng tersebut kamu harus kesana lagi :D.

Batu Karang pemisah pantai sisi barat dan timur
wajib foto narsis disini

Fasilitas yang disediakan terbilang lengkap dan sederhana. Terdapat warung penjaja makanan-minuman, tempat mandi dan bilas serta kursi sandar malas seperti doi pantai boom dan pantai pulau merah. tempat sampah juga tersedia di beberapa sudut namun sayangnya kesadaran untuk pengunjung maupun pengelola masih bisa dibilang kurang karena terdapat banyak sampah berserakan di bawah pohon ataupun di dekat warung penjaja makanan dan minuman.

Tulisan panjang ini harus saya akhir sebelum makin panjang. Semoga masalah klasik soal sampah di pantai ini teratasi juga dengan adanya tulisan ini bisa menjadi panduan tips ke pantai Wedi Ireng untuk teman-teman pembaca J


Yuk Piknik Ke Pantai J


19 komentar:

  1. Jadi pengin ikutan tidur2 ganteng di bawah payung ituuuuu <3

    BalasHapus
  2. asyik benar pemandangannya
    terima kasih ya mas informasi untuk rute perjalanan ke sana
    rencana pengen ke Banyuwangi lagi untuk perjalanan selanjutnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi kontak2 mas, siapa tau bisa kopdar pas di BWI :p

      Hapus
  3. makasih gan infonya, jadi pengen kesana

    BalasHapus
  4. mungkin pasir hitam tersebut merujuk pada pasir besi..agak mengkilap enggak pasir hitamnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha g tau kak, coba datangin sendiri :D

      Hapus
  5. Awalnya jg ngira wedi ireng itu takut hitam hhhee

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi bisa jadi juga sih,, ke pantaikan panas2an mesti :p

      Hapus
  6. Aku belum pernah kesana padahal asli banyuwangi..tp kerja x di kalimantan si..hehe

    BalasHapus
  7. Hai min, rencana mau kesana tanggal 9 . ohya bisa ngecamp kan ? Boleh tau gak perjalanan dr nyampek klo jalan brp jam ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. motor dari kota Banyuwangi sampai pantai pancer 2 jam., jalan kaki dari pantai pancer ke pantai ini sekitar 30-45 menit.

      nnti lapor sama warganya, sama penjaga tiketnya klo mau ngecamp hehe :)

      Hapus
  8. Good. Akhirnya stelah lelah browsing akhirnya ktmu yg amazing..
    Thankz min.. apalagi buat penjelasan jalurnya ngebantu bgt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama yak,, jnangan lupa di share mas :D:p

      Hapus
  9. Min.. klo yg jalur laut slalu ada ato tergantung musim? Kondisi gelombang lautnya gimana? Thanks infonya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya nnti penyedia jasa perahunya ngerti kok,,klo g bisa via perahu diarahkan via darat

      Hapus
  10. Pantainya keren banget :o
    Seru via jalur hutan kayanya...tapi jika memilih jalur hutan, ada petunjuk arahnya kah mas?
    Lagi kangen mantai malah daper ratjun semacam ini...huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. ga ada hehe, ada jalan setapak,, ikutin aja,soalnya cuma satu2nya hehe

      Hapus