Mesjid Agung An-Nur, Kota Batu - Mesjid Ramah Backpacker

, , 1 comment
Mesjid Agung An-Nur, Kota Batu
Kota Batu memang tempat yang cocok untuk berwisata karena Kota Batu menyuguhkan pemandangan alam yang menawan, air terjun, taman bermain, bahkan wisata petik buah, wisata kebun buah dan berbagai kuliner yang nikmat untuk dicicipi. Banyaknya tempat wisata membuat Kota Batu tak akan cukup mengunjungi banyak tempat dalam satu hari. Namun apadaya jika teman-teman pejalan cuma punya waktu sehari untuk main di Kota Batu dan berhemat biaya terutama biaya tempat Istirahat. Pilihan Pom Bensin atau mesjid kadang menjadi pilihan para pejalan namun kadang tempat-tempat tersebut tidak menyediakan apa yang kita butuhkan. Mesjid Agung An-Nur menawarkan beberapa fasilitas yang cukup “wih” dan akhirnya saya tulis sebagai Mesjid yang ramah Backpacker.

Salah satu arsitekturnya
Mesjid ini ternyata sudah di bangun pada era penjajahan Belanda tepatnya di Tahun 1920 di atas tanah wakaf seorang warga. Mesjid ini telah beberapa kali dilakukan renovasi hingga terakhir renovasi tahun 2008 dan diresmikan oleh Walikota Batu saat itu. Mesjid terlihat cantik dan elegan berbalut warna hijau dan krem yang nyaman dipandang ditambah lagi dengan gaya arsitektur yang cukup cantik dengan pola lengkungan di beberapa bagian masjid. Mesjid Agung An-Nur terletak di jantung Kota Batu, tepatnya bersebelahan dengan Alun-Alun Kota Batu. Karena letaknya tersebut masjid ini selain sebagai tempat beribadah umat Islam, bisa menjadi tempat Istirahat yang nyaman karena memiliki fasilitas yang saya sebut ramah untuk backpacker maupun wisatawan yang tidak berencana menginap di Kota Batu. Fasilitas yang ada di Mesjid ini yaitu:

1. Rest Area (Tempat Istirahat)
Tempat istirahat ini penting sekedar meregangkan kaki, tidur-tiduran sampai tidur beneran atau makan makanan. Rest area ini letaknya di samping, terpisah dari Masjid sehingga tidak menganggu orang yang ingin beribadah di Masjid Agung An-Nur. Rest Area seperti lesehan yang tidak terlalu besar, namun perkiraan saya cukup untuk menampung lebih dari 15 orang

2. Charge
Tempat Charger HP atau Kamera :)

Keberadaannya fasilitas ini sangat penting, untuk mengisi ulang kembali baterai HP, kamera, atau powerbank yang sangat dibutuhkan oleh kawan2 backpacker atau wisatawan. Tempat chargernya cukup aman, karena berupa slot-slot lemari yang kuncinya bisa kita bawa kemana-mana. Dengan begitu kita bisa bebas melanjutkan  perjalanan ke tempat wisata lain dan tidak buang-buang waktu menunggu baterai hp, powerbank kita penuh. Untuk satu slot lemari changer pengunjung hanya ditarik biaya sebesar Rp. 2000,- saja. 

3. Pemandian,
Bagian depannya
Pemandian di Mesjid ini bukan pemandian biasa karena tersedia juga pemandian air panas. Rasanya sungguh nikmat ketika mandi sore hari saat kota Batu udaranya makin dingin. Apalagi setelah lelah berkeliling obyek wisata di Kota Batu seharian penuh. Keringat dan rasa lelah hilang seolah-olah ikut larut saat mandi air panas. Pemandian ini tidak seperti pemandian umum yang suka dibayang kan kumuh dan jorok, pemandian di masjid ini bersih dan nyaman bahkan tersedia tempat untuk perawatan bayi setelah mandi. Kamar mandinya pun di desain dengan warna warni yang bikin orang kepengen untuk mandi :D. Untuk mandi air panas kita ditarik biasa sekitar Rp.8000 dan untuk mandi biasa hanya Rp.4000 saja
bagian dalam kamar mandinya :)
Karena adanya fasilitas yang nyaman tersebut, saya menyebutnya Masjid ini Masjid Ramah Backpacker yang katanya ingin mengeluarkan biaya perjalanan seminim mungkin. Dan karena letaknya di jantung kota Batu, para wisatawan tidak akan kesulitan menuju tempat ini, hanya tinggal mengikuti petunjuk jalan ke alun-alun kota Batu atau bertanya kepada masyarakat setempat. 

Lelah setelah keliling Kota Batu, istirahatlah di Mesjid Agung An-Nur J



1 komentar:

  1. Pernah sekali mampir ke sini, jam 12 malem, setelah nongkrong2 di alun2 sambil ngemil sate kelinci dan susu panas. Karena waktu itu belum pada shalat Isya dan pada pingin ke WC (Batu jam 12 malem dingin!) kami memutuskan ke masjid agung. Eh, nggak taunya pintu masuk ke masjid pada dikunci. Akhirnya kami shalat di serambi masjid deh. Itu lantai keramik dinginnya bukan main! Kapok deh shalat tengah malam di sana klo tanpa sajadah, hahaha. EH iya di sana itu juga ada keran air minum gratis lho.

    BalasHapus