Rangkaian Prosesi Adat Perayaan Maulud di Jogja

, , 6 comments
Yogyakarta mempunyai tradisi budaya yang unik dalam memperingati Hari Lahir Nabi Muhammad SAW atau Maulud (maulid) Nabi, yaitu Perayaan Sekaten. Perayaan Sekaten ini rutin diadakan sejak tahun 1960-an bertempat di Alun-alun Utara pada bulan Maulud, bulan ketiga pada kalender Jawa. Memilih datang ke Jogja bertepatan dengan perayaan Sekaten ini merupakan pilihan yang tepat. Kita bisa menik mati suasana Pasar Malam yang dibuka sejak bulan Sapar (Kalender Jawa) yang dimeriahkan dengan beberapa wahana permainan lokal seperti Ombak Banyu, Bianglala, Komedi Putar, Rumah Hantu, tong Setan dan permainan lainnya. Selain itu,  ada prosesi inti Perayaan Sekaten yang bisa kita saksikan selama perayaan ini.

Miyos Gongso


Prosesi Miyos Gongso itu mengeluarkan dua perangkat Gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Nogowilogo dari Kraton menuju Mesjid Gede Kauman.  Dua Gamelan ini dibawa oleh para prajurit dan abdi dalem dari Keraton melalui Siti Hinggil, melewati Alun-alun Utara lalu menuju Mesjid Gede Kauman.  Dua Gamelan ini tidak diletakan bersama, namun Gamelan Kyai Guntur Madu diletakan di  bagian Kidul (Selatan) dan Kyai Nogowilogo diletakan di bagian Lor (Utara). Dengan dikeluarkannya dua gamelan ini sekaligus sebagai penanda dimulainya Sekaten.
Acara ini biasanya mulai menjelang tengah malam sekitar pukul 23.00 WIB. Jika ingin menyaksikan prosesi ini sebaiknya datang lebih awal sekalian menikmati suasana pasar malam dan mencoba wahana permainan yang ada :D
Prosesi Miyos Gongso ini digelar pada tanggal 5 Maulud atau pada saat ini bertepatan dengan tanggal  7 Januari 2014

Numplak Wajik


Prosesi pembuatan Wajik (makanan khas yang terbuat dari beras ketan dengan gula kelapa) untuk mengawali pembuatan pareden yang digunakan dalam upacara Garebeg Maulud yang merupakan acara puncak nantinya. Prosesi ini diadakan sore hari di Pawon Ageng di halaman bangsal Kemagangan Kidul (selatan) dan harus disaksikan oleh salah seorang saudara Sri Sultan yang menjadi pembesar (pengageng) Kraton Yogyakarta. Uniknya pada prosesi ini diiringi dengan musik ansambel lesung-alu (alat penumbuk padi), kenthongan, dan alat musik kayu lainnya. Setelah Prosesi ini selesai, akan dilanjutkan dengan pembuatan pareden.
Jika ingin menyaksikan acara ini, ada bisa datang ke bangsal Kemagangan Kidul yang letaknya di selatan Keraton Yogyakarta, atau sebelah timurnya Komplek Tamansari. Prosesi ini akan dilaksanakan pada tanggal 11 Januari 2014

Kondur Gongso
merupakan kebalikan dari prosesi Miyos Gongso, dua perangkat Gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Nogowilogo dikembalikan/pulang kembali ke Kraton setelah ditabuh selama 7 hari di Mesjid Gede Kauman. Ada yang unik dari prosesi ini yaitu akan ada “Sebar Udhik-Udhik” yang dilakukan oleh Raja Kraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono. Udhik-Udhik terdiri dari beras kuning, uang logam dan bunga. Sebar Udhik-Udhik ini melambakan kemurahan hati Sultan untuk memberi kemakmuran kepada rakyatnya.  Disini akan banyak masyarakat yang berebut Udhik-Udhik karena dipercaya akan mendapatkan berkah, ketenangan dan kelancaran rezeki.
Acara ini diadakan malam hari sebelum Grebeg Maulud di pagi harinya atau tepatnya Tanggal 11 Bulan Maulud. Pada kali ini, prosesi ini diadakan pada tanggal 13 Januari 2013

Grebeg Maulud

Merupakan prosesi terakhir dari perayaan Sekaten dan juga merupakan prosesi yang paling ramai didatangi oleh masyarakat dari segala penjuru. Prosesi dimulai jam 07.30 dan diawali dengan Parade Kesatuan Prajurit Kraton Yogyakarta dengan mengenakan pakaian mereka. Sekitar jam 10 akan ada 3 buah Gunungan yang dikeluarkan dari Siti Hinggil menuju Halaman Alun-alun Utara, Mesjid Gede Kauman dan Pakualaman. Gunungan-gunungan tersebut nantinya akan diperebutkan oleh masyarakat karena dipercaya mendapatkan berkah, kelancaran rizki dan ketenangan.

Prosesi ini berlangsung pada tanggal 12 Maulud atau bertepatan pada tanggal 14 Januari 2014. Jika ingin menyaksikan prosesi ini, lebih baik datang pagi, karena agar bisa mendapatkan posisi yang diinginkan. 

6 komentar:

  1. ijin save ki rangkaiannya..belum pernah motret :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. sipp, monggo kak, tapi kayaknya ngapusi klo blm pernah motret :3

      Hapus
  2. mantab ni mas..info yg lengkap

    BalasHapus
  3. besok rencananya akan nonton grebeg mulut, ayuuuk mas alan dan mas ano, nonton yuuuuk

    salam
    http://jarwadi.me

    BalasHapus
  4. Yang tahun ini ngeliput juga ga mas...

    BalasHapus
  5. Ah blm perna kesampean, padahal pingin banget bisa menyaksikan langsung acara sekaten kayak begini :-)

    BalasHapus