Mengunjungi Kompleks Kerajaan Gowa, Sulawesi Selatan

, , 4 comments

Jangan hanya menikmati keindahan alam Sulawesi Selatan saja, tapi cobalah mengenal sejarahnya dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarahnya. 

Kata-kata yang terlintas sekilas di dalam kepala, ketika hendak berangkat menuju Kompleks Kerajaan Gowa. Kerajaan yang dulu berjuang melawan penjajahan Belanda, kerajaan yang dulu pernah berjaya di daerah Sulawesi Selatan.

Kompleks Kerajaan Gowa ini terletak di di Jalan Sultan Hasanuddin No. 48, Sungguminasa, Somba Opu, Kabupatan Gowa, Sulawesi Selatan, tepatnya di Sungguminasa yang berbatasan langsung dengan kota Makassar. Menuju kesini cukup mudah, karena adanya transportasi angkutan umum dari pusat kota Makassar menuju ke Kota Sungguminasa dan melewati depan museum ini atau bisa juga menggunakan kendaraan pribadi. Jika ragu dengan jalan yang anda tempuh jangan malu bertanya ya :)

Pintu Belakang Kompleks Kerajaan Gowa
Dari Jalan Gunung Bawakaraeng saya menaiki pete-pete (sebutan angkutan umum di Makassar) berwarna merah yang menuju Terminal Kota Sungguminasa, pete-pete ini ternyata melewati Komplek pemakaman Raja-Raja Gowa termasuk Sultan Hasanudin. Niatnya sehabis mengunjungi museum Balla Lompoa, saya ingin berziarah ke makam tersebut. Tak memakan waktu lama, dari kota Makassar ke Komplek Kerajaan Gowa hanya 30 menit. Memasuki komplek Kerajaan Gowa ini kita hanya diminta mengisi buku tamu dan memberikan sumbangan sukarela seiklasnya saja.

Istana Tamalate dengan Tulisan Hiasnya
Kompleks Kerajaan Gowa ini merupakan  rekonstruksi dari istana Kerajaan Gowa yang didirikan pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-31, I Mangngi-mangngi Daeng Matutu, pada tahun 1936. Di dalam Komplek ini terdapat dua bangunan yaitu Istana Tamalate dan Museum Balla Lompoa yang di depan bangunan-bangunan tersebut ada tulisan nama bangunannya seperti halnya tulisan Pantai Losari. Sepetinya tulisan penghias seperti ini sedang disukai disini. Istana Tamalate adalah replika dari istana asli yang sudah punah. Namun sayangnya tidak bisa memasuki Istana ini karena dikunci. Sedangkan Museum Balla Lompoa jika diartikan dalam bahasa Makassar artinya "Rumah Besar" atau "Rumah Kebesaran" Di dalam museum Balla Lompoa ini menyimpan berbagai macam benda koleksi Kerajaan Gowa  Benda-benda bersejarah tersebut dipajang berdasarkan fungsi umum setiap ruangan pada bangunan museum. Di ruang utama dipajang silsilah keluarga Kerajaan Gowa mulai dari Raja Gowa I, Tomanurunga pada abad ke-13, hingga Raja Gowa terakhir Sultan Moch Abdulkadir Aididdin A. Idjo Karaeng Lalongan (1947-1957). Di ruangan utama ini, terdapat sebuah singgasana yang diletakkan pada area khusus di tengah-tengah ruangan. Beberapa alat perang, seperti tombak dan meriam kuno, serta sebuah payung lalong sipue (payung yang dipakai raja ketika pelantikan) juga terpajang di ruangan ini. selain itu museum ini  tidak hanya bernilai tinggi karena nilai sejarahnya, tetapi juga karena bahan pembuatannya dari emas atau batu mulia lainnya, seperti mahkota, gelang, kancing, kalung, keris, dan benda-benda lain yang umumnya terbuat dari emas murni dan dihiasi berlian, batu rubi, dan permata.
Pintu Istana Tamalatenya dikunci
Numpang Narsis ..hehe,.

Seselesainya mengunjungi kompleks Kerajaan Gowa ini, saya langsung menuju tujuan wisata selanjutnya : berziarah ke makam Raja-raja Gowa. Catatan perjalanannya ditunggu aja ya :)

4 komentar:

  1. Kerennn..sayang istananya dikunci :)
    Ditunggu catatan yg lainnya..

    BalasHapus
  2. @moudy.. iya moga2 ada kesempatan lagi kesana :)

    BalasHapus
  3. pengen mrono..nabung dulu yaaa :D

    BalasHapus
  4. Kerennn, blusukannya udah sampai sana aja. *.*

    BalasHapus