Blusukan ke Pantai Porok, Gunungkidul

, , 8 comments


Saat menikmati pemandangan dari gardu pandang atas pulau pantai Kukup, 
terkilas di arah timur terlihat samar-samar
 hamparan pasir yang tidak begitu luas, 
diapit dua bukit karst disisi-sisinya



Akhirnya diketahui nama pantai tersebut yaitu pantai Porok, pantai yang terletak di Desa Kemandang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul masih satu daerah administrasi dengan pantai Kukup, Lolang, dan Sepanjang. Pantai ini ternyata pernah dirintis Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi kawasan karst yang menghasilkan melon. Mengunjungi pantai ini, saya berharap bisa melihat perkebunan melon yang katanya pertama di kawasan karst Gunungkidul.

Ada beberapa rute yang dapat ditempuh untuk menuju pantai Porok ini yaitu dari rute pantai Kukup atau  rute kawasan pantai Lolang dan rute-rute ini hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Sebelumnya kita harus berjalan menempuh perjalanan sekitar dua jam naik kendaraan pribadi/sewa menuju kawasan pantai Gunungkidul tersebut. Jika kita ingin melewati rute pantai Kukup kita harus menaiki dan menerabas bukit timur di pantai Kukup , jika melewati rute  pantai Lolang kita bisa menaiki bukit pantai lolang sebelah barat atau bisa juga mengitari bukit tersebut melewati perladangan warga sekitar.

Gardu pandang yg terlihat setelah menaiki bukit pantai Lolang
Menyelusuri hutan :)
Waktu saya mengunjungi pantai ini, saya memilih menaiki bukit sebelah barat pantai Lolang. Jalan naik ke bukit tersebut cukup terjal namun sudah jalan naiknya sudah cukup baik karena bukit itersebut sepertinya sebentar lagi mau dibuat resort pribadi atau semacamnya :’(.  Setelah sampai diatas bukit, langsung terlihat pemandangan cantik alam Pesisir Selatan GunungKidul. Ikuti jalan setapak yang ada kea rah sebuah  gardu pandang yang terlihat. Disekitar gardu pandang tersebut aka nada jalan setapak menuruni bukit ,menyelusuri hutan Akasia, pohon pandan dan semak belukar. Hati-hati ya sama duri-duri pohon pandan, lumayan bisa bikin luka. Setelah melewati jalan tersebut sampai lah kita di pantai Porok :)

Pemandangan Pantai Porok

Ternyata Pantainya cukup luas juga, ditumbuhi vegetasi khas pantai Gunungkidul  seperti pohon pandang yang membentuk garis yang membatasi wilayah berpasir dan wilayah bertanah. Ada juga pohon-pohon cemara laut yang tumbuh alami, jarang melihat jenis pohon ini tumbuh alami di Gunungkidul. Dahan-dahan pohon cemara ini bisa digunaka untuk berteduh menyantap bekal yang kita bawa (sampahnya jangan dibuang sembarangan ya). Jika melihat ke arah barat kita bisa melihat gardu pandang diatas pulaunya pantai kukup yang teguh sekali di hantam gelombang laut selatan.

pantai Porok dari pulau gardu pandang patai kukup

Gardu Pandang atas Pulau Pantai Kukup

Sayangnya saat saya berkunjung kesini saya tidak menemukan perkebunan melon, mungkin belum musim tanamnya, yuah semoga lain kesempatan bisa melihat perkebunan melon. Setelah puas menikmati  segala yang ada disana, saya bergegas kembali pulang


NB: pengalaman temen blog, tentang serunya ke pantai Porok melewati rute pantai Kukup (menaiki bukit timur pantai kukup). Klik : Rephzone

8 komentar:

  1. pengen kesini..mau dong diajakin tp jangan pagi2 :3

    BalasHapus
  2. Ini sekarang jadi racun, soalnya mau kesana udah jauh. Ah :'(

    BalasHapus
  3. pernah ngeliat pantai di atas pendopo pantai kukup, ternyata ini toh pantainya, keren juga pemandangannya

    BalasHapus
  4. @anno..mesti langsung mrono sesok :3

    @mauren,,waaaa..jogja-semarang deket mba :) drpada dr jakarta

    @ruslan..hehe yap..dr dulu penasaran klo liat dr kukup..akhirnya kesampean :)

    BalasHapus
  5. Sumpah keren dan sepi nya ini jadi nilai plus, kmrn sempet baca tulisan pantai ini tapi males belokin mobil karena ngejar ke sadranan ama drini :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe sadranan, drini juga bagus..klo suruh milih juga bingung :D

      Hapus
  6. wah, bagus ya, kak. semoga aja pas akhir bulan ke jogja bisa mampir ke sana juga, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. gimana mba, kesampaian ke jogja kemarin?

      Hapus