Prosesi Tawur Agung Candi Prambanan

, , 6 comments


Pagi cuaca cerah, candi Prambanan sudah dipadati oleh orang-orang berpakaian adat bali dan sebagian berpakaian adat jawa. Mereka adalah umat-umat Hindu yang hendak melakukan prosesi Tawur Agung.  Apa itu Tawur Agung?


Tawur Agung merupakan rangkaian terakhir dari perayaan Hari Raya Nyepi.  Prosesi ini dilaksanakan H-1 sebelum hari raya Nyepi atau hari kedua setelah dilaksanakan prosesi Melasti. dan di daerah Jawa prosesi ini salah satunya dlaksanakan di candi Prambanan, Yogyakarta. Prosesi ini mempunyai makna untuk menyucikan bumi beserta isinya dari segala kekotoran. Prosesi ini dimulai pagi hari, sekitar jam 7 pagi candi Prambanan sudah ramai dipadati umat Hindu maupun wisatawan yang ingin menyaksikan prosesi tawur agung tersebut.

rombongan arak-arakan mulai memasuki candi Prambanan 
Pradaksina
Prosesi diawali  dengan pengambilan air suci komplek Ratu Boko yang letaknya di atas bukit sebelah selatan candi Prambanan. Setelah itu umat Hindu melakukan arak-arakan membawa air suci tersebut menuju candi Prambanan. Memasuki kawasan candi Prambanan, Umat hindu yang tidak mengikuti pawai langsung bergabung dibarisan belakang mengikuti pawai. Setelah sampai dipelataran candi Prambanan, para pemangku pura mengambil air suci yang ada didalam candi Brahma, Wisnu dan Syiwa. Setelah itu para pemangku dan dan umat Hindu melakukan Pradaksina yaitu dengan mengelilingi candi Syiwa sebanyak 3 kali putaran.

tari barong
Sembayang dan Berdoa
Setelah Pradaksina, umat Hindu menuju altar tempat sembayang dan berdoa. Sebelum berdoa dan sembayang, umat yang belum menaruh sesajian di altar meja panjang dipersilahklan untuk menaruhnya. Dan setelah itu ditampilkan beberapa tarian khas bali seperti tari topeng, pendet, barong dan satu tarian jawa yaitu tari gambyong. Setelah pementasan tari-tarian selesai, prosesi inti yaitu sembayang dan berdoa dimulai. Dengan memejamkan mata, meletakan tangannya tertelengkup di dahi, doa dan sembayang berjalan dengan khusyuk. Setelah sembayang dan doa selesai, para pemangku pura mulai membagikan air suci kepada para umat. Air suci tersebut dipercaya akan mensucikan hati dan pikiran mereka.

ogoh-ogoh saling dipertarungkan
Setelah acara inti selesai, dilakukan atraksi ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh merupakan simbol dari angkara murka. Tiga ogoh-ogoh yang ada diangkat oleh para pemuda dan dimainkan dengan saling bertarung. Umat hindu dan para wisatawan berbaur bersama menonton mengelilingi area atraksi ogoh-ogoh. Setelah atraksi selesai, ogoh-ogoh dibawa pulang kembali dan dilakukan pembakaran di pura masing-masing.
pembakaran ogoh-ogoh, pembakaran atau pemusnahan angkara murka
Selelah pembakaran ogoh-ogoh berakhir, para umat Hindu mulai melakukan ibadah Nyepi esok harinya. Selamat Hari Raya Nyepi. Om shanti, shanti, shanti... oom  


nb: Tawur Agung tahun 2013 ini akan diadakan tanggal 11 Maret

6 komentar:

  1. Ini dokumentasi tahun kemaren ya? Dulu waktu tinggal di Jogja sayangnya gak pernah bisa ikut Tawur Agung di Prambanan :'(

    BalasHapus
  2. iya, tahun kemarin @leniwiw..ayo kpan2 klo punya waktu senggang main lagi ke jogja :)

    BalasHapus
  3. prambanan uda mulai rame, di berita2 juga uda disiarin soalnya kan bsk hari raya nyepi 12 Maret 2013

    Mampir kesini ya, salam kenal Peta Indonesia Karya Anak Negeri

    BalasHapus
  4. Waaaaah, aku ndak sempet lihat karena masih di semarang ;(

    BalasHapus
  5. lagi blogwalking eh terdampar di blog seorang petualang ternyata,
    saya pengeeen ke prambanan maaas,
    hehe..
    merencanakan perjalanan selanjutnya..

    btw, udah saya follow lho blognya, ditunggu follback ya..

    BalasHapus
  6. melongo lihat fotonyaa

    BalasHapus