Mengunjungi Curug Selarong, Bantul

, , 6 comments


Musim hujan telah berlangsung lama, air-air yang jatuh di tanah bumi Jogja pun mulai mengaliri sebagian tanah-tanah yang tandus seperti curug Selarong ini. Curug selarong merupakan curug yang berada di objek wisata Goa Selarong. Goa selarong itu sendiri  merupakan goa yang terbentuk di perbukitan batu padas ini digunakan sebagai markas gerilya Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa (1825-1830) melawan tentara Hindia Belanda. Pangeran Diponegoro pindah ke gua ini setelah rumahnya di Tegalrejo diserang dan dibakar habis oleh Belanda.

Goa Selarong terletak di dusun Kembang Putihan, desa Guwosari, Kecamatan Panjangan, Yogyakarta. Untuk berkunjung ke goa dan curug Selarong dari kota Jogja, kita bisa melewati jalan raya Bantul sampai perempatan desa wisata Kasongan, ambil kanan jalan lalu ikuti jalan tersebut nanti akan aa papan petunjuk jalan menuju goa Selarong tersebut.

Goa Selarong
Sesampainya didepan gerbang masuk goa Selarong, kita akan disambut oleh patung Pangeran Diponegoro yang menggunakan kuda dan berpakaian jubah khasnya. Untuk masuk ke kawasan wisata kita hanya membayar 2000 rupiah/orang dan biaya parkir (motor) sebesar 2000 rupiah. Setelah memasuki kawasan ini kita akan menikmati suasana sejuk karena goa Selarong ini ditumbuhi berbagai jenis pohon. Perjalanan ke lokasi Gua Selarong dimulai dengan menaiki sejumlah anak tangga yang curam. Jika anda ingin melihat curug Selarong pada saat pertengahan anak tangga ambil kiri (taman bermain anak-anak) ikuti jalan tersebut sampai menemukan suara gemericik air yang mengalir dengan derasnya saat musim hujan. Para wisatawan disini dihimbau untuk tidak berenang atau mandi di area curug ini karena dikhawatirkan terjadi sesuatu.

jalan setapak menuju air terjun
akhir jalan setapak akan terlihat pemandangan air terjun seperti ini
Setelah puas menikmati wisata sejarah Perjuangan Pangeran Diponegoro dan Curug Selarong, kita bisa membeli buah-buahan hasil bumi Selarong seperti rambutan,  pisang, manggis, jambu biji, klengkeng dan lain-lainnya


6 komentar:

  1. Aaaa! Selalu ingin bisa menikmati setiap seluk beluk pesona Jogja :)

    BalasHapus
  2. wah sudah lama ga ke selarong, ini deket rumah temen kuliah ku ;D

    BalasHapus
  3. wah debit airnya gak berubah, dulu pas ke sini juga segitu

    BalasHapus
  4. @anno, coba gih tuh udah ada airnya..

    @anggi :) ayo mba dtg ke jogja ;)

    @mas tosi :) yup dan punya nilai sejarah mas hehe

    @pacarkecil: hihi iya tah, sempet mampir kesini g mba?

    @rumput ilalang : wahh, ak pernah liat fotonya siapa gitu..debitnya lebih deres mas hehe

    BalasHapus